Rabu, 22 Agustus 2012

SOSIOLOGI Bab 1 Struktur sosial dan dampaknya dalam kehidupan


  Bab 1
          Struktur sosial dan dampaknya dalam kehidupan

A.   Struktur sosial
1)    Struktur sosial yaitu susunan atau tatanan pola hidup atau interaksi antar individu dalam masyarakat

2)    Proses perkembangan struktur sosial
a. Struktur sosial dalam masyarakat primitive adalah dilihat dari kemampuan fisiknya,yaitu orang yang terkuat akan menjadi seorang pemimpin & pada zaman itu , strukturnya disusun tidak secara tertulis melainkan secara lisan.
1.     Pada masyarakat madia adalah struktur sosialnya sudah lebih teratur & jelas karena dipilih oleh anggota masyarakat sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditentukan & dicantumkan secara tertulis.
2.     Pada masyarakat modern ,struktur sosialnya sudah lebih jelas & terarah karena dipilih oleh anggota masyarakat sesuai dengan keahlian yang dimiliki & pembagian kerja /penempatan orang-orangnya sesuai dengan keahlian pada bidang masing-masing.

3)    Ciri-ciri struktur sosial
1.     Abstrak
2.     Dimensi vertical & horizontal

4)    Bentuk-bentuk struktur sosial
1.     Menurut identitas : homogeny & heterogen
2.     Bidang kehidupan : Ideologi,ekonomi,politik,sosial budaya.
3.     Sifat : formal,informal,kaku,luwes.

5)    Stratifikasi sosial
Yaitu system lapisan dalam masyarakat yang berasal dari kata stratum (jamaknya:strata yang berarti lapisan)
Sifat system lapisan masyarakat:
1.     Stratifikasi Sosial Tertutup adalah stratifikasi sosial yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan posisi (mobilitas sosial)
2.     Stratifikasi Sosial terbuka adalah stratifikasi yang mengizinkan adanya mobilitas, baik naik ataupun turun. Biasanya stratifikasi ini tumbuh pada masyarakat modern.

Unsur-unsur lapisan masyarakat:
kedudukan sosial artinya adalah tempat seseorang secara umum,dalam arti lingkungan pergaulannya,prestisenya,dan hak-hak serta kewajiban-kewajibannya.
Macam-macam kedudukan :
·        Ascribed status : kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan. Kedudukan ini diperloeh karena kelahiran dan bersifat tertutup.
·        Achieved status : kedudukan yang dicapai dengan usaha-usaha yang disengaja.
6)    Factor pembentuk stratifikasi sosial
Factor sosial membedakan kelas-kelas sosial berdasarkan tingkat pendidikan,prestise keturunan,partisipasi kelompok,dan pengakuan orang lain. Sebagai contoh,seorang sarjana akan dikelompokkan ke dalam kelas sosial yang tinggi disbanding orang yang tidak bersarjana,meski orang yang tidak sarjana itu memperoleh penghasilan lebih tinggi. Keturunan bangsawan dreajat sosialnya lebih tinggi disbanding keturunan orang biasa,meski hidup tidak bergelimang kekayaan . contoh tersebut menggambarkan kelas sosial didasarkan pada status dan bukan nilai ekonomi yang dihasilkan.
7)    Diferensiasi sosial
1.     Diferensiasi Pembedaan berdasarkan ras
Horton dan Hunt (1987) menjelaskan ras adalah suatu kelompok manusia yang agak berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya dalam segi cirri fisik bawaan. Ada beberapa teori yang dipakai untuk membedakan ras,yaitu:
a.     Ras kulit putih (kaukasoid) .ciri-ciri fisik :
·     wajah dan bagian-bagiannya menonjol
·      rambut lurus atau ebrombak
·     hidung sempit
·     bertubuh tinggi
·     warna kulit terag\ng
b.     Ras kulit kuning dan cokelat (mongoloid),ciri-ciri fisik:
·     wajah mendatar,pangkal hidung rendah dan pipi menonjol ke depan.
·     celah mata mendatar dengan kerut mongol.
·     rambut hitam lurus dan tebal
·     warna kulit kekuningan
c.      Ras kulit hitam (negroid) . ciri-ciri fisik:
·     warna kulit gelap
·     rambut keriting
·     hidung sangat lebar
·     wajah prognat
·     ibir tebal
2.     Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)
Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis.
Diferensiasi suku bangsa merupakan penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras, namun suku bangsa memiliki kesamaan budaya sebagai berikut:
-    Ciri fisik
-    Bahasa daerah
-    Kesenian
-    Adat-istiadat
Suku bangsa yang ada di Indonesia yaitu sebagai berikut:
·    Pulau Sumatra : Aceh, Batak, Minangkabau, Bengkuku, Jambi, Palembang, Melayu dan sebagainya.
·    Pulau Jawa : Sunda, Jawa, Tengger dan sebagainya.
·    Pulau Kalimantan : Dayak, Banjar dan sebagainya.
·    Pulau Sulawesi : Bugis, Toraja, Minahasa, Toil-Toli, Makassar, Bolaang-mangondow, Gorontalo dan sebagainya.
·    Kepulauan Nusa Tenggara : Bali, Bima Lombok, Flores, Timoer, Rote.
·    Kepulauan Maluku dan Irian : Ternate, Tidore, Dani Asmat.
3.     Diferensiasi Klen (Clan)
Klen / kerabat luas / keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adapt (tradisi). Klen adalah system social berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi di masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) atau ibu (matrilineal).
·    Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) terdapat pada:
-    Masyarakat Batak (sebutan Marga)
-    Marga Batak Karo : Ginting, Sembiring, Singarimbun, Barus, Tambun, Paranginangin.
-    Marga Batak Toba : Nababan, Simatupang, Siregar.
-    Marga Batak Mandailing : Harahap, Rangkuti, Nasution, Batubara, Daulay.
-    Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam) antara lain : Mandagi, Lasut, Tombokan, Pangkarego, Paat, Supit.
-    Masyrakat Ambon (klennya disebut Fam) antara lain : Pattinasarani, Latuconsina, Lotul, Manuhutu, Goeslaw.
-    Masyarakat Flores (klennya disebut Fam) antara lain : Fernandes, Wangge, Da Costa, Leimena, Kleden, De-Rosari, Paeira.
·    Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat :
-    Minangkabau, klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampung-kampung, nama klennya antara lain : Koto, Piliang, Chaniago, Sikumbang, Melayu, Solo, Dalimo, Kampai dan sebagainya.
-    Masyarakat Flores, yaitu suku Ngadu juga menggunakan system matrilineal.
4.     Diferensiasi Agama
Diferensiasi agama adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan agama/kepercayaannya.
Komponen-komponen Agama:
·        Emosi keagamaan
·        System keyakinan
·        Upacara keagamaan
·        Tempat ibadah
·        Umat
·        Agama dan Masyarakat
5.     Diferensiasi Profesi (pekerjaan)
Diferensiasi profesi adalah pengelompokan masyarakat atas dasar jenis pekerjaan atau profesinya. Profesi biasanya berkaitan dengan keterampilan khusus. Misal profesi guru memerlukan keterampilan khusus, seperti: pandai berbicara, bisa membimbing, sabar dan sebagainya.
Berdasarkan perbedaan profesi orang dimasyarakat berprofesi: guru, dokter, pedagang, buruh, pegawai negri, tentara dan sebagainya.
6.     Diferensiasi Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis). Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar itu maka ada kelompok laki-laki/pria dan kelompok wanita/perempuan.
7.      Diferensiasi Asal Daerah
Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya, desa atau kota. Terbagi menjadi:
·                    masyarakat desa : kelompok orang yang tinggal di pedesaan  atau berasal dari desa.
·                   Masyarakat kota : kelompok orang yang tinggal di perkotaan atau berasal dari kota.
Perbedaan orang desa dengan orang kota dapat ditemukan dalam hal-hal berikut:
perilaku
-    tutur kata
-    cara berpakaian
-    cara menghias rumah dan sebagainya.
8.     Diferensiasi Partai
Diferensiasi partai adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaan negara, yang berupa kesatuan-kesatuan social, seazas, seideologi dan sealiran.
B.   Pengaruh dan konsekuensi struktur sosial

1.     Pengaruh struktur sosial terhadap kehidupan
a.     Pengaruh terhadap gaya busana
Setiap etnis mempunyai pakaian tradisional. Pakaian tersebut merupakan identitas yang membedakan dengan etnis lain. Model busana pria berbeda dengan busana wanita. Gaya busana juga dipengaruhi oleh kelas sosial.busana orang kaya berbeda dengan orang miskin. Orang kaya cenderung membeli pakaian berharga mahal untuk menyesuaikan lingkungan sekaligus mempertahankan gengsi kelompoknya. Sementara orang miskin cenderung membeli pakaian berharga murah untuk menyesuaikan kemampuan finansialnya.
b.     Pengaruh terhadap perlengkapan rumah tangga
Orang jawa cenderung memasang perhiasan yang mengidentikkan dirinya orang jawa,seperti memasang keris,tokoh pewayangan sebagai produk seni tradisional jawa. Orang Kalimantan akan memasang perhiasan asli daerahnya. Demikian juga,corak bangunan rumah antarsuku tampak berbeda-beda. Indikasi ini menampakkan pengaruh diferensiasi sosial terhadap perlengkapan rumah tangga tampak nyata.
c.      Pengaruh terhadap apresiasi seni dan selera hiburan
Pengaruh kelas sosial tampak pada selera hiburan orang-orang yang cenderung mudah mengeluarkan uang meskipun  mahal,seperti jalan-jalan ke super market,kebun binatang,nonton konser. Sementara orang miskin cukup menghibur dengan hiburan yang murah dan bahkan gratis tanpa biaya. Misalnya memancing di sungai dekat rumah,mendengarkan radio,atau nonton televise dirumah.
d.     Pengaruh terhadap selera makanan dan minuman
Stratifikasi sosial berpengaruh  terhadap selera makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat. Masyarakat kelas atas karena pengalaman pergaulan baik didalam maupun diluar negeri,akan membeli makanan dan minuman yang aneh menurut orang awam, seperti hotdog,hamburger,dan sebagainya. Dilain pihak,masyarakat kelas bawah cenderung memilih makanan local seperti pecel,soto,nasi uduk,dan sebagainya.

2.     Implikasi dan konsekuensi struktur sosial terhadap kehidupan
a.     Peluang hidup dan kesehatan
kelompok orang kaya dan miskin memiliki kesempatan hidup dan memperoleh jaminan kesehatan yang berbeda. Orang kaya dengan hartanya bias memenuhi kebutuhan hidup lebih layak. Mengkonsumsi makanan bergizi. Memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik. Harta yang relative cukup digunakan untuk berobat di tempat yang memenuhi standar bagi keluarganya yang sakit.
b.     Kebahagiaan dan proses sosialisasi
Kondisi seseorang berpengaruh terhadap proses sosialisasi di masyarakat . di lingkungan yang heterogen,proses sosiaslisasi pada umumnya didominasi oleh mereka yang masuk kelas sosial atas,terutama yang didasarkan kepada kemampuan ekonomi,sedangkan kelompok sosial ekonomi bawah cenderung pasif. Kenyataan ini mengakibatkan ketimpangan dalam proses sosialisasi. Misalnya dalam kegiatan  dikampung , biasanya didominasi oleh orang-orang dari kelas sosial atas. Sementara orang dikelas sosial bawah hanya pasif menunggu instruksi atau bahkan tidak berperan  sama sekali.
c.      Ketegangan sosial
Ketegangan sosial secara vertical melibatkan kelas sosial dikarenakan kesenjangan yang menimbulkan kecemburuan sosial. Kelompok sosial kelas atas menikmati kekayaan dan berbagai kemudahan tanpa batas, membuat kelompok sosial kelas bawah hanya bias meratapi nasib. Kesenjangan inilah yang berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial, serta konflik sosial yang diwarnai penjarahan dan perusakan.
Ketegangan horizontal bias terjadi diawali oleh adanya rasa curiga, ketidakadilan pemerintah dalam pelayanan public, perebutan sumber kehidupan ekonomi, masalah sengketa adat, dan sebagainya. Kekerasan dilakukan oleh kelompok dominan ditujukan oleh kelompok minoritas karena diduga melakukan perebutan terhadap adat dan hak ulayat. Umpamanya,kekerasan terhadap etnis Madura oleh etnis dayak dan melayu disambas. Fenomena kemarahan etnis jawa terhadap etnis cina. Kelompok pribumi ini mengaku melihat etnis cina telah  menghancurkan system ekonomi Indonesia.
d.     Sikap politik dan respon terhadap perubahan sosial
Respon positif yang diberikan oleh orang-orang kelas sosial atas didukung oleh akses informasi yang memadai. Bekal ini tidak dimiliki orang-orang kelas sosial bawah,menjadikan mereka cenderung pasif dalam berpatisipasi dibidang politik dan perubahan sosial. Tingkat pendidikan mereka hanya pada pekerjaan dan usaha untuk menyambung hidup.  Bagi mereka perhatian kepada politik dan perubahan sosial hanyalah pekerjaan sia-sia dan membuang waktu.
e.      Peluang bekerja dan berusaha
Peluang bekerja dan berusaha antara kelas sosial atas dengan kelas sosial bawah secara umum berbeda. Orang kelas sosial atas mempunyai peluang lebih besar ketimbang orang dari kelas sosial bawah. Kekayaan mendukung terealisasinya pendidikan tingkat tinggi sesuai dengan minat. Kekayaan juga merupakan modal membuka usaha. Bahkan, dengan kekayaan bias dipakai untuk membangun koneksi yang juga bisa mendukung tercapainya keinginan.
Orang kelas sosial bawah tidak memiliki pendidikan tingkat tinggi . pendidikan hanya dicapai seadanya berdasar kemampuan keuangan. Kemiskinan menjadikan mereka tidak memiliki modal untuk menopang usaha . kondisi ini membuat koneksitas mereka terbatas, sehingga sulit untuk memperoleh peluang bekerja dan usaha yang baik dan memperoleh gaji tinggi.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar