Rabu, 22 Agustus 2012

SEJARAH SEPAK BOLA


1.  AWAL  MULA  ADANYA SEPAK BOLA
Awal mula munculnya sepak bola cukup membingungkan. Beberapa dokumen mengatakan sepak bola berasal dari masa Romawi, namun ada juga yang menyatakan bahwa sepak bola berasal dari daratan Cina. FIFA sendiri sebagai badan sepak bola dunia menyatakan bahwa sepak bola berawal dari permainan yang dilakukan oleh masyarakat Cina pada abad ke-2 hingga ke-3 sebelum Masehi. Olah raga ini dikenal dengan nama “cuju“. Sepak bola modern yang kita kenal sekarang diakui oleh berbagai pihak berasal dari Inggris. Sepak bola modern ini mulai dimainkan pada pertengahan abad ke-19 di sekolah-sekolah di daerah Inggris Raya. Pada tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, dengan nama Sheffield Football Club. Klub sepak bola ini merupakan gabungan dari beberapa sekolah yang memainkan permainan sepak bola. Pada saat yang sama, tepatnya tahun 1863, berdiri badan asosiasi sepak bola di Inggris, dengan nama Football Association (FA). Pada saat itu badan inilah yang mengeluarkan peraturan dasar permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih terorganisir. 

Pada tahun 1886 terbentuk badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern di dunia, dengan nama International Football Association Board (IFAB). IFAB terbentuk setelah adanya pertemuan antara FA dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris. Hingga saat ini IFAB adalah badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, mulai dari peraturan dasar hingga peraturan yang menyangkutteknik permainan serta perpindahan pemain. Tidak adanya badan yang mengatur permainan sepak bola di dunia internasional membuat perkembangan olah raga ini agak terhambat. Disadari oleh para pelaku sepak bola bahwa penting untuk membentuk sebuah organisasi yang membawahi dan mengatur permainan sepak bola secara global. Karena itu pada tanggal 21 Mei 1904 dibentuk sebuah badan sepak bola internasional di Perancis dengan nama Fédération Internatinale de Football Association (FIFA). Meskipun tebentuk di Perancis, namun kantor pusat dari FIFA terdapat di Zurich, Swiss. Sedangkan presiden pertama FIFA adalah Robert Guérin.
Sejak FIFA terbentuk, perkembangan sepak bola di dunia pun semakin pesat. Hal ini karena salah satu tugas utama dari FIFA adalah melakukan promosi dan sosialisasi tentang sepak bola ke berbagai belahan dunia. Perkembangan sepak bola yang pesat di dunia ini dapat dilihat dari banyaknya negara yang masuk menjadi anggota FIFA. Hingga saat ini sudah lebih dari 200 negara yang masuk menjadi anggota FIFA. Banyak orang menyangka sepak bola lahir di Inggris. Ternyata sepak bola yang dimaksud itu sepak bola modern, namun sebelum itu termyata sepak bola telah ditemukan sejak 3000 tahun yang lalu di berbagai pelosok dunia dalam bentuk yang berbeda-beda. Bola pernah ditemukan bukti-buktinya sebagai permainan para prajurit China sekitar abad ke 2 - 3 zaman pemerintahan Dinasty Han. Belakangan ditemukan juga bukti keberadaan sepak bola di Kyoto, Jepang. Di Indonesia, sepak bola pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda, perkembangannya pun menjadikan sepak bola menjadi sebuah kelompok bergengsi pada saat itu.
Kelahiran sepak bola modern memang lahir dari Inggris. Keberadaannya pun digunakan sebagai olah raga "perang". Saat itu ada semacam kepentingan pelampiasan antara Inggris dan Scotland. Satu bola diperebutkan dua kampung. Permainannya pun cenderung kasar dan brutal. Gak heran kalau akhirnya banyak makan korban. Ada kisah yang menyeramkan pula. Bahwa sepak bola kuno di timur Inggris bukan menggunakan bola, melainkan kepala musuh prajurit perang lawan. Dengan cara dan pola permainan seperti itu, maka sepak bola akhirnya dilarang oleh pemerintahan Inggris. King Edward III tahun 1331 mengeluarkan aturan untuk menghentikan permainan brutal ini. Sementara di Scotland, King James 1 pada tahun 1424 memproklamirkan kepada semua pria untuk tidak main bola - "That na man play at the Fute-ball". Begitu pun seterusnya.
Sayangnya, sepak bola sudah sangat populer hingga tidak ada yang bisa menghentikan permainan ini di masyarakat. Pada tahun 1815 sebuah kampus ternama di Inggris, Eton College mencoba membuat aturan permainan sepak bola. Aturan ini berkembang dan diterapkan di banyak perguruan tinggi, dimodifikasi hingga dikenal dengan nama Cambridge Rules tahun 1848. Namun pada perkembangannya pun aturan ini terpilah menjadi dua aturan besar, yaitu aturan Rugby School dan aturan Cambridge. Yang membedakannya saat itu adalah bola yang boleh dipegang dan dibawa berlari.
Pada tanggal 26 October 1863, sebelas klub dan sekolah London mengirimkan perwakilannya untuk sebuah pertemuan di Freemanson's Tavern untuk mengkukuhkan satu peraturan mendasar untuk aturan permainan yang akan mereka mainkan. Dari pertemuan ini lah lahir The Football Association. Kekuatan kelompok ini makin solid hingga membuat gerah penggemar Rugby. Pada tanggal 8 Desember 1863 para rugger (sebutan untuk rugby) memutuskan untuk berpisah. Kini ada Rugby School dan The Football Association. Pada tahun 1869, para anggota The Football Association (sering disebut Asscociation) mulai mengkukuhkan larangan memegang bola saat bermain. Ini adalah awal aturan hands-ball. Charles Wreford Brown adalah pemainrugger handal, rugger adalah sebutan rugby muncul dari istilah slang mahasiswa di Oxford yang gemar memendekkan sebutan lalu diberi imbuhan di akhir "er" - rug + er = rugger. Suatu ketika Charles ditawarkan apakan dirinya ingin bermain rugger? Namun dirinya menolak dengan menyebukan bahwa dirinya lebih suka SOCCER (slang dari kata AsSOCiation). Sejak itulah sebutan soccer mulai sering dipakai.
Tahun 1888, William McGregor - pengurus klub Aston Villa mendekati 12 klub soccer yang ada untuk melakukan tanding rutin yang kemudian diberi nama English Football League. Kedua belas klub itu adalah :
- Accrington (Old Reds) 
- Aston Villa 
- Blackburn Rovers 
- Bolton Wanderers 
- Burnley 
- Derby County 
- Everton 
- Notts County 
- Preston North End 
- Stoke City 
- West Bromwich Albion 
- Wolverhampton Wanderers
Kick-off pertama kalinya liga ini dimulai tanggal 8 September 1888. Sejak itu, saya baru menyadari bahwa FOOTBALL adalah sebutan resmi, sementara SOCCER digunakan sebagai sebutan in-formal.
A. Definisi
Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. Dalam pertandingan, olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan. Masing-masing kelompok beranggotakan sebelas pemain, dan karenanya kelompok tersebut juga dinamakan kesebelasan.
B. Peraturan sepak bola
Peraturan resmi permainan sepak bola (Laws of the Game) Peraturan resmi sepak bola adalah:
§  Peraturan 2: Bola Sepak bola
§  Peraturan 3: Jumlah Pemain
§  Peraturan 4: Peralatan Pemain
§  Peraturan 5: Wasit
§  Peraturan 6: Asisten wasit
§  Peraturan 7: Lama Permainan
§  Peraturan 8: Memulai dan Memulai Kembali Permainan
§  Peraturan 9: Bola Keluar dan di Dalam Lapangan
§  Peraturan 10: Cara Mendapatkan Angka
§  Peraturan 11: Offside
§  Peraturan 12: Pelanggaran
§  Peraturan 13: Tendangan Bebas
§  Peraturan 14: Tendangan penalti
§  Peraturan 15: Lemparan Dalam
§  Peraturan 16: Tendangan Gawang
§  Peraturan 17: Tendangan Sudut
Selain peraturan-peraturan di atas, keputusan-keputusan Badan Asosiasi Sepak bola Internasional (IFAB) lainnya turut menambah peraturan dalam sepak bola. Peraturan-peraturan lengkapnya dapat ditemukan di situs web FIFA.

C. Tujuan permainan

Dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar ke gawang lawan ("mencetak gol"). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). akan diadakan pertambahan waktu 2x 15 menit dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu penalty yang setiap timnya akan diberikan lima kali kesempatan untuk menendang bola ke arah gawang dari titik penalty yang berada di dalam daerah kiper hingga hasilnya bisa ditentukan. Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan.

D. Taktik Permainan

Taktik yang biasa dipakai oleh klub-klub sepak bola adalah sebagai berikut:
1.      4-4-2 A-2
2.      4-3-2-1
3.      4-5-1
4.      3-4-3
5.      3-5-2
6.      4-3-3
taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada.

E. Ofisial

Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang wasit yang mempunyai "wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai Peraturan Permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya" (Peraturan 5), dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya dianggap sudah final. Sang wasitdibantu oleh dua orang asisten wasit (dulu dipanggil hakim/penjaga garis). Dalam banyak pertandingan wasit juga dibantu seorang ofisial keempat yang dapat menggantikan seorang ofisial lainnya jika diperlukan.selain itu juga mereka membutuhkan alat-alat untuk membantu jalannya petandingan seperti :
# papan pengganti pemain 
# meja dan kursi

F. Tim

Setiap tim maksimal memiliki sebelas pemain, salah satunya haruslah penjaga gawang. Kadang-kadang ada peraturan kejuaraan yang mengharuskan jumlah minimum pemain dalam sebuah tim (biasanya delapan). Sang penjaga gawang diperbolehkan untuk mengambil bola dengan tangan atau lengannya di dalam kotak penalti di depan gawangnya. Pemain lainnya dalam kedua tim dilarang untuk memegang bola dengan tangan atau lengan mereka ketika bola masih dalam permainan, namun boleh menggunakan bagian tubuh lainnya. Pengecualian terhadap peraturan ini berlaku ketika bola ditendang keluar melewati garis dan lemparan dalam dilakukan untuk mengembalikan bola ke dalam permainan.
Sejumlah pemain (jumlahnya berbeda tergantung liga dan negara) dapat digantikan oleh pemain cadangan pada masa permainan. Alasan umum digantikannya seorang pemain termasuk cedera, keletihan, kekurangefektifan, perubahan taktik, atau untuk membuang sedikit waktu pada akhir sebuah pertandingan. Dalam pertandingan standar, pemain yang telah diganti tidak boleh kembali bermain dalam pertandingan tersebut.

G. Lapangan permainan


Ukuran lapangan standar
Lapangan yang digunakan biasanya adalah lapangan rumput yang berbentuk persegi empat. Dengan panjang 100-110 meter dan lebar 64-75 meter. Pada kedua sisi pendek, terdapat gawang sebesar 24 x 8 kaki, atau 7,32 x 2,44 meter.

H. Lama permainan

Lama permainan sepak bola normal adalah 2×45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit (kadang-kadang 10 menit). Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti.

a. Lama permainan standar

Sebuah pertandingan dewasa yang standar terdiri dari dua babak yang masing-masing sepanjang 45 menit. Umumnya terdapat masa istirahat 15 menit di antara kedua babak tersebut.

b. Perpanjangan waktu dan adu penalti

Kebanyakan pertandingan biasanya berakhir setelah kedua babak tersebut, dengan sebuah tim memenangkan pertandingan atau berakhir seri. Meskipun begitu, beberapa pertandingan, terutamanya yang memerlukan pemenang mengadakan babak tambahan yang disebut perpanjangan waktu kala pertandingan berakhir imbang: dua babak yang masing-masing sepanjang 15 menit dimainkan. Hingga belum lama ini, IFAB telah mencoba menggunakan beberapa bentuk dari sistem 'sudden death', namun mereka kini telah tidak digunakan.
Jika hasilnya masih imbang setelah perpanjangan waktu, beberapa kejuaraan mempergunakan adu penalti untuk menentukan sang pemenang. Ada juga kejuaraan lainnya yang mengharuskan pertandingan tersebut untuk diulangi.
Perlu diperhatikan bahwa gol yang dicetak sewaktu babak perpanjangan waktu ikut dihitung ke dalam hasil akhir, berbeda dari gol yang dihasilkan dari titik penalti yang hanya digunakan untuk menentukan pemenang pertandingan.

c. Wasit sebagai pengukur waktu resmi

Wasit yang memimpin pertandingan sejumlah 1 orang dan dibantu 2 orang sebagaihakim garis. Kemudian dibantu wasit cadangan yang membantu apabila terjadi pergantian pemain dan mengumumkan tambahan waktu. Pada Piala Dunia 2006, digunakan ofisial ke-lima.

d. Percobaan penggunaan gol emas dan gol perak

Lihat: Gol perak; Gol emas.
Pada akhir 1990-an, IFAB mencoba membuat pertandingan lebih mungkin berakhir tanpa memerlukan adu penalti, yang sering dianggap sebagai cara yang kurang tepat untuk mengakhiri pertandingan.
Contohnya adalah sistem gol perak yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu pertama, dan gol emas yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu kedua.
Kedua sistem ini telah dihentikan oleh IFAB.

e. Kejuaraan internasional besar

Kejuaraan internasional terbesar di sepak bola ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association. Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Lebih dari 190 timnas bertanding di turnamen kualifikasi regional untuk sebuah tempat di babak final. Turnamen babak final yang berlangsung selama empat minggu kini melibatkan 32 timnas (naik dari 24 pada tahun 1998).
Kejuaraan internasional yang besar di setiap benua adalah:
§  Eropa: Piala Eropa atau dikenal dengan nama Euro
§  Amerika Selatan: Copa América
§  Afrika: Piala Afrika
§  Asia: Piala Asia
§  Amerika Utara: Piala Emas CONCACAF
§  Oseania: Piala Oseania
Ajang tingkat klub terbesar di Eropa adalah Liga Champions, sementara di Amerika Selatan adalah Copa Libertadores. Di Asia, Liga Champions Asia adalah turnamen tingkat klub terbesar.
Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi beberapa pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika.
Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa batasan umur.

2. SEJARAH  SEPAK  BOLA  DUNIA
5.000 sebelum Masehi: Sepakbola dimainkan di Cina dengan nama tsu chu. Selain untuk melatih fisik tentara, permainan ini dipertandingkan saat kaisar ulang tahun.
3000 sebelum Masehi: Orang Jepang memainkan KEMARI. (sepak bola ala Jepang)
2500 sebelum Masehi: Orang Mesir Kuno dan Timur Tengah memainkan sepakbola sebagai bagian dari ritual keagamaan. Hanya sedikit dokumen yang mendukung hipotesis ini. Tahun Masehi: Penemuan dokumen-dokumen sepakbola di Roma dan Yunani.
100-500: Orang Romawi menyebarkan permainan harpastrum ke wilayah Eropa.
217: Tentara Inggris mulai memainkan sepakbola setelah mengalahkan tentara Roma.
600-1600: Orang Meksiko dan Amerika Tengah membuat bola dari karet. Permainan di sana merupakan gabungan dari basket, voli dan sepakbola. Abad pertengahan: Italia, Prancis dan Eropa lainnya mulai menemukan sepakbola.
1100: Permainan bola di Inggris dilakukan dengan brutal tanpa aturan.
1314: Raja Edward II melarang sepakbola.
1369: Raja Edward III meneruskannya.
1500: Italia menemukan calcio dengan pemain satu tim lebih dari 27 orang. Permainannya sangat sederhana: mendendang, mengoper dan menggiring bola untuk di bawa ke garis gol. Belum ada gawang.
1561: Richard Mulcaster mengadopsi calcio dari Florence ini untuk diajarkan di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Inggris.
1572: Ratu Elizabeth I serius melarang sepakbola dan menyediakan penjara bagi rakyatnya yang memaksa bermain
1600-an: Orang Eskimo juga mulai memainkan aqsaqtuk atau bermain bola di atas es. Sebuah legenda menyebut orang dari dua desa bermain aqsaqtuk dengan panjang lapangan mencapai 13 kilometer.
1680: Di Inggris bermain bola mendapat perlindungan dari Raja Charles II.
1820-an: Sepakbola mulai dimainkan di universitas-universitas Amerika Serikat seperti Harvard, Princenton, Amherst.
1830-an: Sepakbola modern mulai tumbuh. Olahraga ini dimainkan oleh para pekerja saat istirahat atau oleh anak-anak yang bermasalah di rumah atau sekolah. Kerjasama tim mulai dirumuskan.
1848: Peraturan sepakbola mulai digodok di Universitas Cambridge, Inggris.
1862: Berdiri klub Oneida di Boston, satu klub sepakbola pertama di luar Inggris.
1863: Asosiasi Sepakbola (FA) Inggris didirikan.
1871: Pertandingan pertama antar wilayah oleh FA.
1883: Empat klub Inggris setuju membentuk asosiasi klub sepakbola dunia.
1885: Pertandingan antara negara pertama di luar Inggris, antara Amerika vs Kanada.
1885: Sepakbola profesional diperkenalkan.
1886: Rapat pertama pembentukan asosiasi sepakbola dunia.
1888: Sepakbola profesional diresmikan. Wasit mengendalikan penuh pertandingan.
1888: Tendangan penalti diperkenalkan.
1904: FIFA didirikan dengan anggota Prancis, Belgia, Denmark, Belanda, Spanyol, Swiss dan Swedia.
1908: Sepakbola menjadi olahraga di Olimpiade.
1913: FIFA menjadi anggota FA Internasional.
1930: Kejuaraan Dunia pertama di Uruguay.
1938: Televisi BBC pertama kali menayangkan pertandingan sepakbola.
1958: Tayangan pertama Kejuaraan Dunia.
1966: Mulai ada tayang ulang untuk sebuah gol.
1977: Kejuaraan Dunia untuk usia di bawah 20 tahun.
1988: Kampanye fairplay.
1999: Kejuaraan pertama sepakbola perempuan.
2002: Jepang dan Korea merupakan negara pertama penyelenggara Piala Dunia di luar Eropa dan Amerika.
2004: Perayaan seratus tahun FIFA.
2006: Piala Dunia Jerman.

3.  Sejarah Sepak Bola Indonesia
http://sichengger.files.wordpress.com/2011/08/pssi.jpgSejarah Sepak Bola Indonesia menjadi keinginan banyak pihak untuk dibakukan sehingga publik mendapatkan informasi yang jelas, utuh, dan ilmiah. Kalau sejarah kerajaan besar di Nusantara saja dapat teridentifikasi, tapi mengapa sepak bola Indoonesia tidak juga ada kejelasan? Sayang sampai sekarang hal ini masih menjadi misteri yang tak terungkapkan.
Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres PSSI di Solo, organisasi tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan makin banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan "Sepakbola Kebangsaan", Paku Buwono X mendirikan stadion Sriwedari yang membuat persepakbolaan Indonesia semakin gencar.
Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraanLiga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23).

Untuk memaparkan dan mengungkapkan sejarah Sepak Bola Indonesia di shalimow.com dilakukan dengan pencarian dengan mesin pencarianpun tak kunjung mendapat sajian informasi yang memadai. Demikian juga dengan menelusurinya melalui pustaka, mulai dari took buku sampai toko buku bekas di kawasan Senin, Jakarta tak kunjung jua mendapatkan informasi penting juga.
Sempat terfikir oleh aku bahwa jangan-jangan memang belum ada satupun dokumen yang validitasnya kuat yang mengungkap Sejarah Sepak Bola Indonesia. Atau paling tidak hasil penelitian sejarah mengenai Sejarah Sepak Bola Indonesia oleh para sejarahwan, dst. Dan ketika menuliskan artikel ini saya semakin yakin akan dugaan bahwa Sejarah lahirnya Sepak Bola Indonesia memang belum ada.
Kesulitan yang pasti terjadi adalah tidak ditemukanya dokumen sejarah seperti lazimnya peninggalan purbakala yang berupa candi, tulisan di daun lontar, alat-alat, dll. Mungkin juga karena olahraga sepakbola dianggap sebagai aktifitas sosial yang kurang penting sehingga tidak terdokumentasikan dengan baik oleh nenek moyang kita. Agak berbeda dengan beberapa peninggalan sejarah Romawi dan Eropa ynag menemukan akan aktifitas sepak bola.
Hal yang sama juga terjadi pada pencarian mengenai sejarah munculnya olahraga sepak bola dimuka bumi ini yang masih juga mengundang perdebatan. Beberapa dokumen sejarah dunia menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari negeri Tiongkok, dst.
Disisi lain Bill Muray, seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, menjelaskan bahwa permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.
Menurut pendapat saya benang kusut tentang sejarah sepakbola Indonesia bisa mulai diurai dengan meneliti dokumen sejarah Indonesia yang ada di negeri Belanda. Menurut analisa saya sejarah 
olahraga sepakbola ini diawali oleh pendatang dari luar negeri, bukan dari Indonesia asli. Jadi beberapa kemungkinannya adalah:
  1. Para pedagang dari negeri Tiongkok sekitar abad 7 M yang mulai masuk wilayah nusantara khususnya diwilayah kerajaan Sriwijaya. Seperti diketahui permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM sudah mengenal olah raga sejenis sepak bola yang dikenal dengan sebutan “tsu chu “.
  2. Dibawa masuk ke Indonesia oleh para pedagang dari negeri Belanda, kalau mereka awal masuknya ke Indonesia sekitar tahun 1602 M maka sepakbola lahir dari perkembangan aktifitas dagang mereka di Indonesia.
Kedua kemungkinan lahirnya sejarah sepakbola diatas dapat menjadi kebenaran atau pula menjadi kesalahan, namun tidak ada yang boleh menjustifikasi kedua hal tersebut kecuali atas dasar fakta sejarah yang kuat. Disinilah letaknya urgensi dilakukanya penelusuran sejarah sepak bola nasional Indonesia.
Kita semua berharap pemerintah melalui kementrian pemuda dan olahraga dapat juga memperhatikan akan hal ini sehingga sejarah olahraga nasional tidak kehilangan obor. Beberapa seminar sejarah atau penelitian tentang hal ini mungkin sangat urgen untuk dilakukan sehingga memberikan beberapa titik awal kejelasan sejarah lahirnya sepakbola nasional.
http://sichengger.files.wordpress.com/2011/08/sejarah.jpegTim nasional sepak bola Indonesia pernah memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Ironisnya, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan memiliki masyarakat dengan minat yang sangat tinggi terhadap olahraga sepak bola, menjadikan sepak bola olahraga terpopuler di Indonesia (selain bulu tangkis), namun Indonesia tidaklah termasuk jajaran tim-tim kuat di Konfederasi Sepak bola Asia.
Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger) dan hanya menjadi salah satu tim unggulan. Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 (dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih runner-up dari seluruh negara peserta Piala AFF). Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.
Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama MalaysiaThailand, dan Vietnam.
KOSTUM
http://sichengger.files.wordpress.com/2011/08/kostum.gifKostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962Jakarta.
Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal YugoslaviaToni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. ZaelanDjamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan “Skandal Senayan“, sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran diAsian Games.
Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, tim nasional hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. “Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981,” kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.
Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.
Dan pada kostum Timnas Indonesia terakhir yang dibuat Nike pada 2010 untuk Piala Suzuki AFF 2010, motif baru kembali diperkenalkan. Pada kostum ini, terdapat Burung Garuda besar yang membentang hampir di seluruh bagian depan kostum yang tidak berwarna tetapi memiliki garis-garis yang memiliki warna hitam cenderung abu-abu. Sementara pada kostum kedua yang berwarna Putih-Hijau, terdapat motif yang sama, tetapi garis-garis pada burung Garuda berwarna abu-abu muda.
Sejarah Sepak Bola
Sekitar abad ke-2 SM, permainan ini dimainkan dengan cara memukulnya dengan
tangan dan boleh ditendang saat bola menyentuh tanah. Sepak bola saat itu dikenal
dengan nama Episkuros atau Harpaston. Memakai bola yang tidak lebih baik ketimbang
bola isi rambut, bolanya diisi bulu” binatang. Para hewan banyak yang kedinginan bila
bulunya sering dicabuti
Sepakbola merupakan olahraga yang dikenal sejak ribuah tahun yang lalu. Bukti
ilmiah yang bisa didapat adalah adanya permainan semacam sepak bola di negeri Cina.
Kala itu, dinasti Han melatih tentara menggunakan “tsuchu” untuk latihan fisiknya : yaitu
latihan menendang bola kulit memasukan ke dalam jaring kecil yang diikatkan pada
batang-batang bambu panjang. Pemain membidikan bola ke dalam jaring kecil
menggunakan kaki, dada, punggung, serta bahu sambil berusaha menahan serangan dari
lawan.
blank_page Di Jepang dikenal pula permainan semacam “tsu-chu” sekitar 500 –
600 tahun kemudian, meskipun tidak kompetitif seperti di Cina. Di Yunani juga
mengenal olahraga pra sepak bola yang bernama “episkyros”, juga di Romawi orang
mengenal permainan “harpastum” yaitu permainan dengan bola berukuran kecil.
Pemainnya dibagi dalam dua kelompok yang saling berhadapan di dalam lapangan
berbentuk segi empat yang dibatasi oleh garis serta terdapat garis tengah. Tujuannya
adalah menggiring bola hingga melewati garis batas lawan, dengan langkah dan
terkadang melakukannya dengan segala tipu muslihat.Ada dugaan bahwa orang-orang
Romawi membawa permainan itu ke Inggris. Tapi masih disangsikan apakah Harpastum
merupakan pendahulu sepakbola yang sekarang dikenal ini, sebab penduduk Celtic di
Cronwall sudah mengenal permainan yang serupa yang disebut “hurling”. Waktu itu jelas
belum ada peraturan yang baku. Orang boleh main tanpa jumlah yang pasti dan tidak saja
kaki tetapi tanganpun boleh main. Boleh menendang tulang kering serta membawa lari
bola.Banyak teori tentang siap yang mula-mula melaksanakan permainan sepak bola ini.
Tetapi yang pasti, Inggrislah yang mulai menyempurnakan sehingga perkembangannya
halus seperti sekarang ini. Prakarsanya di mulai pada tahun 1963, ketika sebelas
perkumpulan di London mengadakan pertemuan untuk menjernikan kekacauan dengan
membuat serangkaian peraturan fundamental untuk mengatur pertandingan-pertandingan
selanjutnya. Dan pada Tanggal 26 Oktober lahirlah Football Association yang pertama.
Buntut dari pertemuan itu adalah keluarnya kelompok Rugby dalam rapat karena
menolak peraturan yang melarang penginjakan, penendangan tulang kering dan
melarikan/membawa bola. Akhirnya pada tanggal 8 Desember 1863, Rugby resmi
mengurdurkan diri dan keduanya berjalan sendiri-sendiri.
Kesempurnaan bermain bola makin mendekati terutama setelah enam tahun
Football Association berjalan. Adanya klausul yang melarang setiap pemegangan bolan
(bukan hanya melarikan). Dan delapan tahun kemudian anggotanya sudah berjumlah 50
perkumpulan. Dan kompetisi sepak bola yang pertama dimulai di negara Inggris.
Pertumbuhan sepak bola melaju terus di seantero jagat. Bahkan tahun 1879 sudah
mengenal langkah-langkah sepakbola profesional di Darwin, yaitu dua pemainnya John
Love dan Fergus Suter dilaporkan sebagai orang-orang pertama yang menerima bayaran
dari bakatnya bermain sepakbola.
Setelah Football Association, segera menyulus di Nederland, the Scottisch FA
(1873), The TA of Wales (1875), dan The Irish FA di Belfast, Selandia Baru (1891),
Argentina (1893), Chili (1895), Swiss dan Belgia (1895) Italia (1898), Jerman dan
Uruguay (1900), Hongaria (1901), dan Finlandia pada tahun 1907.
Pada tahun 1907, berdirilah Federasi sepakbola dunia (FIFA) di Paris. Pelopornya
adalah Perancis, Denmark, Nederland, Spanyol, Swedia dan Swiss. Dari tujuh anggota
berkembang menjadi 36 pada tahun 1925 dan setelah diselingi Perang Dunia II,
perebutan Piala Dunia II sudah diikuti oleh 73 anggota. Dan pada saat ini FIFA
mempunyai anggota sebanyak 146.300.000 klub. Tanggal 20 Mei 2004 Asosiasi sepak
bola Internasional (FIFA) dalam perayaan ulangtahunnya yang ke-100 secara resmi
mengakui bahwa sepak bola berasal dari negeri Tirai Bambu. Tapi Direktur
Pengembangan sepak bola Provinsi Zibo itu masih kesal. “Seandainya peraturan sepak
bola tak diubah, kami sudah jadi nomor satu di dunia,” katanya.
Cina adalah tanah air sepak bola, selain ilmu pengetahuan, budaya dan kearifan
agama. Karena itu, tak heran, jika Rasulullah Muhammad perlu menganjurkan umatnya
belajar ke negeri ini.
Di Cina sepak bola sudah dimainkan orang sejak 7.000 tahun yang lalu—sebuah
masa yang panjang dari sebuah klaim yang salah. Selama ini orang menganggap sepak
bola lahir di Inggris pada abad 19. Para penulis sejarah sepak bola juga seolah keberatan
mengakui Cina sebagai negeri yang melahirkan sepak bola. Inggris, dan Eropa pada
umumnya, sesungguhnya hanya mengembangkan olahraga ini dari apa yang sudah
ditemukan oleh orang-orang Asia Tengah.
Petualang Italia, Marco Polo (1254-1324), mengenalkan sepak bola modern dari
Cina dan Jepang sewaktu kembali ke Eropa. Tapi para peneliti masih berdebat apakah
petualang itu satu-satunya orang yang berjasa membawa sepak bola ke sana. Sebagian
meragukan, sebagian lagi yakin Eropa telah “mencuri” permainan ini dari Asia kuno
lewat Marco Polo.
Sepakbola Classic
Catatan tertua tentang sepak bola ditemukan di Cina dari masa Dinasti Tsin (255-
206 sebelum Masehi). Manuskrip itu mencurigai, permainan ini diperoleh secara turuntermurun
sejak 5.000 tahun sebelumnya. Pada zaman Tsin, permainan yang dinamai tsu
chu ini awalnya dipakai untuk melatih fisik para prajurit kerajaan. Kemudian berkembang
menjadi permainan yang menyenangkan kendati sulit dilakukan. Pemainnya tak hanya
anggota kerajaan tapi juga rakyat di seluruh Cina.
Satu tim terdiri dari enam orang yang berlomba memasukkan bola dari kulit
binatang yang diisi rambut ke lubang jaring berdiameter 40 sentimeter. Jaring setinggi
10,5 meter ditancapkan di tengah lapangan yang dikelilingi tembok, mirip lapangan
bolavoli di zaman sekarang. Dengan tsu chu orang Cina memahirkan kung fu. Aturan tsu
chu sangat sederhana: bola tak boleh disentuh tangan dan tim yang menang adalah
mereka yang paling banyak memasukkan bola ke dalam lubang jaring.
Tsu chu yang berarti “menendang bola” lahir dari kepercayaan Cina kuno.
Menurut penulis Li You (55-135), bola itu melambangkan bulan yang amat sakral dan
dua tim yang berlawanan melambangkan yin dan yang. Angka 12 diambil dari jumlah
bulan dalam penanggalan Cina. Permainan ini sudah mengenal wasit. Dia memimpin
pertandingan dan menghitung skor.
Legenda menyebutkan anggota kerajaan sangat menggemari permainan ini. Rajaraja
sengaja membangun lapangan untuk bermain tsu chu dan mewajibkan sekolah
mengajarkan olahraga ini. Karena itu tsu chu cepat populer ke seantero negeri. Pada masa
Dinasti Han (206 sebelum Masehi hingga 200 setelah Masehi) ketenaran tsu chu
mencapai puncaknya. Dokumen dari tahun 50 sebelum Masehi melaporkan ada
pertandingan antara tim Cina dan Jepang di Kyoto. Tak disebutkan berapa skor akhirnya.
Orang Jepang memainkan olahraga ini setelah padagang dan siswa mereka
menyambangi Cina. Selain diperkenalkan oleh orang Cina sendiri ketika mendatangi
negeri-negeri sekitarnya. Dinasti Cina terkenal sebagai bangsa penjelajah. Orang Jepang
mengadopsi tsu chu dengan lebih kreatif. Mereka menamainya kemari. Pemainnya dua
sampai 12 orang. Gawangnya berupa dua pohon yang berdiri sejajar. Olahraga ini sangat
riuh karena para pemain saling berteriak jika sedang mengendalikan atau akan
menendang bola. Setiap pemain tidak dibolehkan menjegal atau melukai lawan.
Kemari mencapai puncak popularitas pada abad 10-16. Di tahun inilah, Marco
Polo datang ke sana karena sudah mendengar tentang permainan ini. Peneliti yang
meragukan Marco Polo sebagai pembawa sepak bola ke Eropa karena di daratan ini
sudah ada permainan bola ratusan tahun sebelum Marco Polo lahir. Hanya saja
permainan bola di hampir semua negara Eropa sebelum abad 18 mirip rugbi di zaman
sekarang.
Di Yunani bermain bola sudah dikenal 800 tahun sebelum Masehi dengan nama
episkyro dan harpastron. Pasukan Romawi yang menyerbu Yunani tahun 146 sebelum
Masehi kemudian mengadopsi permainan ini dan menyebarkannya seiring penaklukan
wilayah-wilayah Eropa. Kaisar Romawi Julius Caesar tercatat sebagai penggemar
harpastrum. Ia memakai permainan ini sebagai olahraga melatih fisik pasukannya. Di
Roma, luas lapangan harpastrum menyesuaikan dengan jumlah pemain. Suatu kali
harpastrum pernah dimainkan oleh lebih dari 100 orang. Karena itu sepak bola lebih
mirip kerusuhan massal.
Penulis Romawi, Horatius Flaccus dan Virgilius Maro menyebut Harpastrum
sebagai permainan biadab. Olahraga ini kemudian dilarang di seluruh negeri. Dan sejarah
sepak bola Eropa kemudian diwarnai oleh bredel-membredel.
Orang Inggris mulai mengenal sepak bola pada sekitar abad 8. Sama seperti di
Romawi, permainan bola di Inggris jauh lebih brutal. Dimainkan di lapangan yang luas
atau jalanan berjarak 3-4 kilometer. Raja Edward II menyebut sepak bola sebagai
“permainan setan yang dibenci Tuhan.” Ia melarang rakyatnya melakukan olahraga ini
pada April 1314, terutama untuk kalangan ningrat. sepak bola dianggap kampungan
karena menggunakan tengkorak manusia sebagai bola.
Raja khawatir jika prajurit terlalu sering bermain bola mereka lupa latihan
berkuda dan panahan untuk menghadapi pasukan musuh. Raja-raja Inggris berikutnya
melanjutkan larangan itu hingga Ratu Elizabeth I (1533-1608).
Dalam buku The Anatomie of Abuses yang ditulis Philip Stubbes tahun 1583
kekerasan itu terekam sangat jelas. “Ratusan orang mati dalam satu pertandingan ini,”
tulis Stubbes. Pemain yang selamat banyak yang cedera parah: kalau tak patah kaki, pasti
remuk tulang punggung, atau kepala bocor, mata picek dan seterusnya. Stubbes, seorang
puritan yang serius, mengkampanyekan larangan sepak bola hingga gereja-gereja turun
tangan. Apalagi ketika itu permainan bola dilakukan saat hari minggu Sabath. Orang
yang mencuri-curi bermain bola dan ketahuan dimasukkan penjara selama seminggu.
Di Prancis sepak bola juga dilarang. Orang Prancis yang mengenal bola dari
tentara Romawi pada 50 sebelum Masehi, juga bermain tanpa aturan dan tanpa batasan
jumlah pemain. Akibat larangan itu, sepak bola yang dinamakan soule ini baru kembali
dimainkan orang pada abad 12. Tetapi dilarang kembali oleh Raja Felipe V di tahun 1319
yang diteruskan oleh rajaraja Prancis berikutnya.
Kekerasan sepak bola juga terjadi di Amerika Tengah. Suku Indian dan Astek
juga sudah memainkan sepak bola ratusan tahun yang lalu. Hanya saja pada suku Astek
permainan bola merupakan gabungan dari permainan basket, voli dan sepak bola
sekaligus.
Di kalangan orang Indian, sepak bola lebih mirip perang antar suku yang digelar
di lapangan maha luas dan berharihari jika skor masih imbang. Dengan pemain setiap tim
berjumlah 500 orang, pasuckaukohowog menghasilkan korban yang cedera berbulanbulan.
Sebelum bertanding para pemain melakukan ritual seperti sebelum maju perang.
Mereka mengecat tubuh dan wajah dengan gambar tertentu untuk menolak bala.
Sepakbola Modern
Sepak bola mulai modern dan tertib setelah Giovani Bardi dari Italia
membukukan serentetan aturan permainan ini tahun 1580. Di Italia, sepak bola disebut
calcio. Setahun berikutnya, Richard Mulcaster di Inggris juga melakukan hal serupa.
Kepala Sekolah Merchant Taylor’s dan St. Paul itu menyerukan perlunya pembatasan
pemain dan wasit. Paparannya dalam buku Position Where in Those Primitive
Circumstanes be Examined itu lebih banyak menganjurkan pengurangan kekerasan dan
mementingkan aspek kebugaran.
Dua ratus tahun kemudian Joseph Strutt menyempurnakan aturan tersebut. Belajar
dari sejarah bola Inggris tahun 1700, ia menulis buku The Sports and Pastimes of The
People England. Dalam buku ini ia membuat aturan bahwa sepak bola harus terdiri dari
dua tim dengan jumlah pemain sama. Kedua tim harus berebut bola untuk
memasukkannya ke gawang lawan yang terpisah oleh jarak 70-90 meter.
Baik Bardi, Mulcaster maupun Strutt, ketiganya menginginkan sepak bola melulu
sebagai permainan. Mereka sebenarnya mengadopsi peraturanperaturan sederhana sepak
bola yang sudah dipraktikkan di Jepang dan Cina puluhan abad sebelumnya. Dalam
World Soccer (1992), Guy Oliver menulis bahwa peraturan dan permainan tsu chu
maupun kemari merupakan sumber ilham sepak bola modern.
Mulcaster dijuluki sebagai “pembela sepak bola paling gigih dari abad 16”. Itu
karena ia tekun mengkampanyekan sepak bola yang tidak brutal. Permainan ini, katanya,
bahkan harus dimainkan oleh perempuan dan anak-anak karena berguna untuk kekuatan
dan kebugaran tubuh. Padahal di Cina, menurut pelukis Dinasti Ming, Du Jin, para
perempuan sudah bermain tsu chu antara tahun 1465-1509.
Konsep Strutt ini kemudian dijadikan pijakan peraturan sepak bola modern.
Pijakan ini mendasari lahirnya Football Association di Inggris pada 26 Oktober 1863 oleh
11 klub sepak bola di sana yang anggotanya terdiri dari para mahasiwa. Awalnya,
asosiasi mengatur jumlah pemain satu tim sebanyak 15-21 orang. Pada 1870 jumlah
pemain dibakukan menjadi sebelas. Penjaga gawang baru muncul pada 1880.
Dari organisasi ini pulalah lahir istilah soccer, dari singkatan kata association.
Charles Wreford Brown, mahasiswa Universitas Oxford, menemukan tak sengaja istilah
ini ketika ditanya orang apakah ia seorang pemain rugbi (rugger), olahraga yang lebih
terkenal di sana. Brown menjawab, “No, I’am soccer.”
Sedangkan football, meskipun pertama kali disebut dalam larangan- larangan para
raja pada abad 17 dengan nama fute-ball, istilah ini semakin populer setelah ditulis
dramawan Inggris yang terkenal, William Shakespeare. Dalam King Lear seorang
tokohnya mencemooh tokoh lain yang dianggap dungu sebagai “football player”.
Shakespeare melanjutkannya ketika menulis Comedy and Errors (adegan II). Istilah ini
masih dipakainya untuk mencemooh tokoh yang begerak tak tentu arah.
Tahun 1863 merupakan tonggak sejarah sepak bola modern. Selain ada wasit, luas
lapangan dan jumlah pemain yang dibatasi, sepak bola juga hanya memakai kulit
binatang yang diisi udara. Permainan ini kemudian menyebar ke negara jajahan Inggris
dan berkembang pesat dan kompleks sebagai budaya massa dalam abad modern.
Orang Inggris keliru ketika pada Piala Eropa 1996 memasang spanduk besarbesar
dengan bunyi: sepak bola kembali ke tanah leluhurnya. Orang Inggris mengacu
pada kelahiran Asosiasi sepak bola (FA) yang baru berusia dua abad itu. Mereka keliru
karena sepak bola adalah produk santun kebudayaan Timur.
Sebagai sebuah budaya massa, sepak bola telah menarik minat para ilmuwan
dengan pelbagai latar belakang: sosial, ekonomi, politik, filsafat. Victor Matheson dari
Departemen Ekonomi William College, Inggris, dalam penelitiannya di tahun 2003
menyimpulkan bahwa klub-klub profesional di Eropa dan Amerika Selatan menyumbang
pertumbuhan ekonomi yang signifikan kepada negaranya. Setiap klub, dengan perputaran
uang triliunan rupiah, setidaknya mempekerjakan 3.000 karyawan. Atau holiganisme di
Inggris yang menarik minat para sosiolog dalam meneliti pendukung sebuah kesebelasan.
Para pemikir sudah lama menaruh minat pada olahraga ini. Albert Camus pernah
bilang bahwa dirinya berutang kepada sepak bola karena olahraga ini mempertontonkan
soal moral dan tanggungjawab. Di masa mudanya, Camus pernah jadi kiper, karena itu ia
punya lebih banyak waktu merenungkan pertandingan. Claude Levi- Strauss, Sartre
hingga Gramsci juga sudah menulis kajian filsafat sepak bola. Di Australia, pengelola
klub menyeleksi pemain dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud.
Karena itu Cao Yang tetap gemas meski Cina sudah diakui sebagai tanah leluhur
sepak bola. Ia gemas karena Eropa mampu mencuri permainan ini dan maju dengan itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar