Sabtu, 22 September 2012

Sosiologi tentang kelompok sosial


A.      HAKIKAT KELOMPOK SOSIAL
1.       Pengertian kelompok sosial
Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial memiliki naluri untuk hidup bersama, berusaha untuk mempertahankan hidup,  Serta berusaha untuk meneruskan keturunan dan generasinya. Di dalam hubungan antara manusia dengan manusia yang lain terjadi reaksi yang timbul dari hubungan sosial yang menyebabkan orang melakukan tindakan-tindakan untuk memberikan keserasian dengan tindakan orang lain. Hal itu karena manusia mempunyai dua keinginan pokok, yaitu:
a.                   Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain diseklilingnya (Masyarakat)
b.      Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.
Usaha-usaha yang dilakukan seseorang untuk berhubungan dengan lingkungan maka pada akhirnya menimbulkan kelompok-kelompok sosial. Hubungan tersebut merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama yang berkaitan dengan timbal balik, saling memengaruhi dan kesadaran untuk saling tolong-menolong.
Menurut Ensiklopedia Bahasa Indonesia, kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok dapat memengaruhi perilaku para anggotanya dan diciptakan oleh anggota masyarakat.
Menurut pandagan sosiologi, kelompok diartikan sebagai suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Beberapa sosiolog memberi definisi tentang pengertian kelompok sosial diantaranya:
a.    Soerjono Soekanto
Kelompok sosil menurut Soerjono Soekanto adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan diantara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.
b.   Paul B.Horfon
Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
c.       Joseph S. Roucek dan Roland L. Warren
Kedua ahli sosiologi tersebut mendefinisikan kelompok sosial sebagai kelompok yang terdiri atas dua ata lebih manusia dan diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh anggota atau orang lain secara keseluruhan.
d.      Mayor Polak
Polak mengartikan kelompok sosial sebagai sejumlah orang yang satu sama lain memilki hubungan sebagai sebuah struktur untuk memenuhi kepentingan bersama.
e.      Wila Huky
Kelompok sosial menurut Huky adalah suatu unit yang terdiri atas dua atau lebih yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.
f.        George Homans
Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi, dan memiliki perasaan untuk membuat sesuatu keseluruhan yang terorganisir dan berhubungan secara timbal balik.
g.       Robrt K. Merton (Dalam Kamanto Sunarto), 131;2000)
Kelompok sosial merupakan sekelompok ornag yang saling berinteraksi sesuai dengan pola pola yang telah mapan.
h.      Bierstedt (Dalam Kamanto Sunarto, 130;2000)
Kelompok sosial adalah kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis, berhubungan satu dengan yang lain, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.
Berdasarkan pendapat beberapa sosiolog diatas, dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial merupakan kumpulan manusia yang memiliki persamaan ciri dan meiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang serta memilki persamaan dan kesadaran bersama akan keanggotaannya.
Dalam suatu kelompok sosial terdapat beberapa beberapa komponan dasar, yaitu:
a.       Pola perilaku sebagai perangkat kegiatan
b.      Pola interaksi
c.       Pola perasaan
d.      Hubungan timbal bali yang membentuk sistem sosial
2.       Syarat-syarat Kelompok Sosial
Kelompok sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat sangat beragam. Mereka memiliki ciri dan warna tersendiri yang membedakannya dengan kelompok lain. Kelompok sosial tidak dapat dipahami dengan melihat perbedaan kualitas dan ciri keanggotanya saja. Kelompok sosial dapat dipahami melalui struktur yang ada didalamnya sebagai suatu sistem yang utuh. Orang-orang yang berada dan menjadi anggota suatu kelompok harus tunduk dan taat terhadapat berbagai morma atau kaidah sosial yang berlaku. Dengan demikian, masing-masing anggota mencerminkan kepentingan kelompoknya.
Suatu kelompok dikatakan berstruktur apabila  didalamnya ada syarat-syarat khusus, yaitu:
a.       Memiliki peranan-peranan sosial yang menjadi aspek dinamis dan struktur.
b.      Adanya sistem dari situs-situs para anggotanya,seperti adanya susunan pengurus.
c.       Berlakunya nilai dan norma-norma untuk mempertahankan kehidupan kelompoknya.
Ada kelompok yang tidak berstruktur. Kelompok yang tidak memiliki struktur disebut sebagai kolektivitas, misalnya pemuda yang berkumpul ditepi jalan. Sedangkan kelompok yang berstruktur banyak sekali, misalnya persatuan wartawan, persatuan guru,persatuan haji, dan persatuan artis.
Menurut Soerjono Soekanto, kelompok manusia baru nisa dikatakan sebagai kelompok sosial jika terdapat syarat-syarat sebagai berikut:
a.       Adanya kesadaran dari anggota kelompk bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok
b.      Adanya hubungan timbal balik antar anggota kelompk
c.       Adanya kesamaan tujuan yang dimiliki oleh anggota kelompok.
d.      Adanya struktur, kaidah, dan pola perilaku.
3.       Ciri-ciri Kelompok Sosial
Apabila kita amati secara cermat, dalam kehidupan ini sering kali kita jumpai kumpulan-kumpulan manusia diberbagai tempat. Misalnya, kumpulan manusia ditengah antrian karcis dan sebagainya. Kumpulan-kumpulan manusia tersebut merupakan suatu kelompok manusia, tetapi bukan merupakan suatu kelompok sosial.
Suatu kelompok manusia bisa disebut sebagai kelompok sosial ketika telah memenuhi kriteria dan ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia yang lain.
b.      Memilki struktur sosial, terdiri atas peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya dalam mencapai tujuan kelompok.
c.       Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya.
d.      Memiiki faktor pengikat, seperti kesamaan nasib,kesamaan kepentingan,kesamaan ideologi,atau kesamaan tujuan.
e.      Adanya interaksi dan komi=unikasi diantara para anggotanya.

C. TAHAP DAN PROSES PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL
            Masyarakat pada dasarnya merupakan kumpulan dari kelompok-kelompok sosail yang telah hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relative lama sehingga menghasilkan kebudayaan. Oleh sebab itu, dapatlah dikatakan bahwa masyarakat adalah kelompok social yang telah mengalami perkembangan dan dimulai dari kelompok-kelompok social yang kecil yang saling berinteraksi dan bekerja sama sehingga terbentuklah komunitas.
            Beberapa contoh kelompok social dalam masyarakat multikultular, diantaranya kelompok keluarga,keluarga kekerabatan,kelompok okupasional,dan kelompok volunteer.
1.      Keluarga
Keluarga adalah kelompok sosila terkecil yang dapat kita jumpai didalam setiap masyarakat.keluarga batih/somah/inti/umpi/segitiga abadi (nuclear family) adalah kelompok social yang terdiri atas suami istri anak-anak yang belum menikah dan anak angkat yang ditandai oleh tempat tinggal yang sama.setiap keluarga batih akan berkembang menjadi kelompok kekerabatan sejalan dengan besarnya para anggota keluarga batih.
2.      Kelompok kekerabatan
Kelompok kekerabtan merupakan kelompok social yang anggota-anggotanya mempunyai hubungan darah atau persaudaraan, dan kelompok kekerabatan ini merupakan cikal bakal dari suatu masyarakat. Kelompok kekerabatan dalam masyarakat multikultular Indonesia, di antaranya:
a.       Kekerabatan bilateral adalah kekekrabatan yang menghitungkan hubungan kekerabatan melaui pihak ayahmaupun pihak ibu, sehingga melalui dua pihak. Kekerabatn bilateral disebut juga kekerabatan parental. Dalam susunan kekerabatan bilateral bahwa semua kerabat, baik dari pihak ayah maupun pihak ibu termasuk jedalam lingkungan kerabat seseorang. Kerabat bilateral pada umumnya terdapat pada masyarakat sunda dan masyarakat jawa.
b.      Kekerabatan unilateral, adalah kekerabatan yang menghitung kekerabatn melalui pihak ayah saja, bergantung pada cara berhitung kekerabtan patrilineal an kekerabtan matrilineal.
1.      Kekerabatan patrilineal, adalah menghitung kekerabatan melalui pihak ayah saja. Contohnya, masyarakat batak tapanuli. Dalam masyarakat tersebut bahwa kelompok keluarga itu disebut marga, dan orang-orang yang semarga secara adat disebut keluarga. Oleh karena itu, seorang pemuda dan seorang gadis yang semarga tidak boleh melangsungkan pernikahan, meskipun sebetulnya merekan itu secara pertalian darah tidak bersaudara
2.      Kekerabatan matrilineal, adalah menghitung kekerabatan melalui pihak dari ibu saja. Contohnya, orang minangkabau di Sumatra barat. Salah satu kelompok kekerabatan di lingkungan ini dinamakan suku, dan orang-orang yang sesuku secara adat dianggap bersaudara.
Kelompok kekerabatan memengan peranan penting terhadap kepribadian seseorang sehingga secara tradisonal mempunyai fungsi yang sangat relevan dalam mengarahkan pergaulan hidup, pada masyarakat yang masih bersaudara, fungsi kelompok kekerabtan masih sangat kuat dan tentunya berbeda debgan masyarakat modern yang sudah komplek.
Dalam kehidupan social, kelompok kekerabatan berpusat pada tradisi kebudayaan yang telah dipelihara secara turun-menurun, sehingga sulit untuk mengubah tradisi tersebut.
Kelompok kekerabatan yang semakin beasr jumlahnya yang tersebar diberbagai tempat dan berkembang menjadi suatu kelompok etnis (suku bangsa).
Dalam masyarakat multikultular, kelompok etnis merupakan salah satu kelompok social yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. Kelompok-kelompok social yang berlatar belakang etmnis ini tumbuh dan berkembang dengan menampilkan identitasnya sendiri. Kadang juga terjadi gesekan-gesekan social yang diakibatkan keanekaragaman kelompok netnis tersebut.
3.      Kelompok okupasional (kelompok pekerja sejenis)
Kelompok kekerabatan merupakan kelompok masyarakat homogeny yang menganut nilai-nilai, norma-norma ataupun tingkah laku yang relative sama sehingga pembagian kerja dilakukan secara sederhan berdasarkan pada tradisi dan perbedaan jenis kelamin. Pada masyarakat yang masih sederhana, spesialisasi pekerja belum Nampak, tapi tidak ada satu masyarakat pun yang benar-benar tertutup dari pengaruh luar.
Ketika kelompok kekerabatan mendapat pengaruh dariluar, maka kelompok tersebut berkembang menjadi suaru masyarakat yang heterogen. Dalam masyarakat yang heterogen akan timbul spesialisasi pekerjaan atas dasar bakat dan kemampuan. Dalam perkembangan selanjutnya, spesialisasi semakin berkaembang lebih khusus lagi, bahkan dalam industrialisasi menuntut para pekerja dpat mengerjakan pekerjaannya dengan baik dan bertanggung jawab pada satu jenis pekerjaan saja, sehingga muncullah orang-orang yang sangat ahli dalam satu jenis pekerjaan, tetapi kurang mampu mengerjakan pekerjaan lain. Dengan demikian, fungsi kelompok tradisonal menjadi menjadi memudar digantikan kelompok okupasional. Kelompok okupasional merupakan kelompok yang terdiri dari orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis.
Dalam masyarakat yang semakin berkembang, muncul lembaga-lembaga pendidkan tertinggi yang menghasilkan orang-orangyang terampil dan menguasai ilmu pengetahuan yang dipelajarinya melalui keahlianya mereka membantu masyarakat untuk melakuakn fungsi-fungsi tertentu. Oleh sebab itu, muncullah kelompok profesi yang terdiri dari kalangan professional contohnya kelompok professional antara lain: kelompok pengacara, kelompok akuntansi, kelompok guru, kelompok dokter. Dan kelompok-kelompok professional lainnya.
4.      Kelompok volunteer(kelompok sukarelawan)
 dengan berkembang nya suatu masyarakat, maka suatu kepentingan para anggota masyarakat, baik yang maupun bersifat materi dan spiritual dapat dipenuhi secara sempurna, dan berakibat munculnya kelompok-kelompok volunter. Pada kelompok volunteer terdapat orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama namun tidak mendapatkan perhatian dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan daya jangkau masyarakat sangat-sangat semakin luas.dengan demikian, maka kelompok-kelompok volunter akan berusaha memenuhi segala macam kebutuhannya anggotanya secara mandiri. Kelompok volunter dapat berkembang menjadi kelompok yang mantap karena diakui masyarakat umum. Contohnya komite independen pemantau pemilu (KIPP).
D. MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
1. masyarakat pedesaan ( rural community)
a. pengertian dan unsure desa
            masyarakat desaa adalah salah satu bentuk perkembangan dari kelompok social pada masyarakat  yang multicultural di Indonesia, yang terdapat suatu kelompok social yang memiliki keunikan tersendiri. Bahkan dapat di katakan desa sebagai cirri khas bangsa Indonesia. Kelompok social semacam itu dapat dilihat pada kehidupan masyarakat desa, dimana masyarakat desa identik dengan masyarakat tradisional. Masyarakat desa merupakan sekelompok orang yang hidup bersama, berinteraksi dan memiliki hubungan yang erat dalam waktu yang relative lama, serta memiliki sifat-sifat yang hampir sama. Dengan kata lain, Bahwa corak kehidupan masyarakat desa adalah system kehidupan berkelompok atas dasar system kekeluargaan sangat di junjung tinggi. Mengenai ikatan hubungan erat tersebut, di sebabkan adanya kebiasaan, kepercayaan, dan tradisi yang sama.
Masyarakat desa pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Bahkan cara bertani mereka pun masih secara tradisional dan kurang efisien yang dikarenakan belum mengenal mekanisme dalam pertanian. Kehidupan ekonomi masyarakat desa hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja dan belum mengenal pasar. Sebagai besar keperluan masyarakatnya diambil dari alam, baik untuk makanan,alat pembakaran, obat-obatan ataupun aneka ragam perkakas.
Industry yang sering nampak pada masyarakat desa adalah kerajinan tangan , juga kerajinan yang menggunakan tanah liat sebagai bahan baku. Dalam masyarakat desa kedudukan agama sangatlah kuat dan kepercayaan terhadap hal-hal yang ghaib masih sangat kental.
Kepemimpinan masyarakat desa biasanya terpusat pada seorang kepala desa. Bahkan terkadang terdapat beberapa peranan dan kedudukan yang sulit untuk di pisahkan. Adapun secara geografis bahwa letak sebuah desa pada umumnya selalu jauh dari kota ataupun pusat-pusat keramaian. Desa-desa yang letaknya pada perbatasan kota mempunyai kemungkinan berkembang yang lebih banyak dari pada desa-desa yang berada di pedalaman. Di Indonesia tentang batas-batas desa pada umumnya belum begitu maju. Bahkan, yang dijadikan batas-batas tersebut adalah alam (natural,boundaries), sedangkan desa-desa yang penduduknya yang sudah bersawah sudah dapat kita lihat adanya batas buatan
Jadi, unsure letak akan sangat menentukan besar kecilnya isolasi suatu daerah terhadap daerah-daerah lainnya. Daerah yang letaknya jauh dari perbatasan  kota akn mempunyai tanah-tanah pertanian yang luas daerah tersebut merupakan titik pusat untuk penanaman tanaman pokok maupun tanaman perdagangan. Dalam perkembangannya tidak ada satu masyrakat pun yang benar-benar tertutup dunia luar. Tidak semua masyarakat desa adalah masyarakat tradiosional, sebab ada desa yang sedang dan bahkan berkembang, sebab mengalami perubahan kearah kemajuan dan meningalkan kebiasaan-kebiasaan tradisionalnya. Masyarakat desa yang telah berkembang dan menjadi masyarakat transisi dengan struktur social dan kebudayaan madya, telah mengenal deferensiasi dan strasifikasi social yang agak komplek dan hal tersebut biasanya karna pengaruh industrialisasi
B. potensi desa
Potensi desa meliputisumber-sumber alami dan sumber-sumber manusiawi. Semuanya itu terdapat dan tersimpan, serta diharapkan kemanfaatannya bagi nkelangsungan dan perkembangan suatu desa.potensi desa dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu:
1.      Potensi fisik meliputi:
a.       Iklim, mempunyai peranan penting bagi desa yang bersifat agraris
b.      Air, dalam artian sumber air keadaan dan tata airnya untuk kepentingan irigasi pertanian dan untuk keperluan sehari-hari
c.       Tanah, merupakan sumber tambang, sumber mineral dan sumber tanaman
d.      Manusia sebagai tenaga kerja pengelola tanah sebagai produsen dan sebagai konsumen
e.       Ternak dapat berfungsi sebagai sumber tenaga,sumber bahan makanan, dan sumber keuangan
2.      Potensi non-fisik meliputi:
a.       Aparatur or pamong desa  adalah sumber kelancaran dan tertibnya jalannya pemerintahan desa
b.      Masyarakat desa yang hidup secara gotong royong adalah suatu kekuatan produksi dan kekuatan membangun atas dasar kerja sama
c.       Lembaga-lembaga social adalah pemberi bantuan social serta bimbingan dalam arti positif
C. moderensiasi desa dan industrialisasi desa
            Moderensiasi desa adalah suatu gerakan untuk merubah sikap mental masyarakat desa, perlunya diadakannya sebab sebagian masyarakat desa mencari nafkah dari bidang pertanian yang terletak dipedesaan. para petani biasanya mempunyai taraf hidup yang rendah, penduduk desa mudah jatuh dalam hutang dengan bunga yang tinggi. Dengan system izin yang berlaku dipedesaan, akn makin memperburuk lagi taraf hidup mereka yang memang sudah rendah tersebut. Keadaan meyedihkan yang berlarut-larut ini perlu diatasi. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah menaikan taraf hidup para petani yaitu dengan industriarisasi desa yang merupakan salah satu program dalam rangka pelaksanana moderensiasi desa. Yang dimaksud industrialisasi desa adalah memberikan lapangan kerja   atau lapangan ekonomi baru selain yang bersifat agraris dan distribusi. Yang dimaksud kegiatan ekonomi adalah industry kerajinan yang selanjutnya dinamakan industry desa perananya adalah:
1.      Dapat mengubah cara berpikir dan melatih kedisiplinan kerja
2.      Dapat menghemat penguanaan dana
3.      Memberikan dorongan untuk berpindah kelapangan industry
4.      Membentuk bakat-bakat yang ada dimasyarakat
5.      Membantu penyebaran industry kedaerah-daerah pedesaan
6.      Untuk memenuhi permintaan konsumen, sebab perubahan selera konsumen yang tidak dapat dipenuhi oleh industry besar yang bekerja dengan hasil industri dasar
7.      Industry desa sebagai dasar untuk menuju ke industry besar
D. pengaruh perkembangan desa
1. pengaruh factor dalam
a. tingkat dan taraf  pengetahuan  warga desa
b. sumber air(sungai,sumur, atau curah hujan) yang cukup guna menghidupi manusia,hewan, dan  tanaman
c. sumber tanah( tanah produktif yang masih mempunyai tigkat kesuburan)
d. sumber tanaman desa(macam-macam tanaman yang dapat tumbuh dan berguan bagi   penduduk)
2. pengaruh factor luar (eksternal factor), misalnya:
            a. pengaruh topografi yaitu pengaruh terhadap pertambahan areal tempat kediaman penduduk.
            b. hubungan lalu lintas antar desa.
            c. jawatan atau instansi vertical yang mengurusi persoalan-persoalan desa.
e. cirri-ciri dan hambatan-hambatan industry desa.
Cirri-ciri umumnya adalah:
1.      Menggunakan modal yang relative kecil
2.      Sebagian besar pengerjaannya di kerjakan dengan manual/tangan
3.      Menggunakan peralatan yang sederhana dalam proses produksi
4.      Spesialisasi dan menejemen tidak mendalam
5.      Industry desa bersifat labour intensif.
6.      Tidak semua pekerjaan tetap, sebab ada pula yang merupakan pekerjaan sambilan, yakni saat waktu luang kerja di sawah dengan maksud untuk menambah pendapatan bagi buruh tani musiman.
Dalam memodernisasi desa, bahwa langkah awal yang harus di tempuh dengan sebaik-baiknya adalah industrialisasi desa pun tidak dapat berjalan dengan mulus seperti yang kita harapkan bersama, namun masih terdapat barbagai permasalahan sebagi hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan tersebut. Hambatan industry desa yang dimaksud adalah masalah sifat tradisional, masalah modal dan masalah pemasaran.
3.      Masyarakat perkotaan ( urban community )
a.       Pengertian masyarakat kota
Masyarakat kota adalah salah satu bentuk perkembangan dari kelompok social. Masyarakat kota identik dengan masyarakat modern, karena sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya masa kini. Masyarakat kota relatif bebas dari pengaruh adat istiadat. Perkembangan masyarakat kota relative cepat karena adanya pengaruh dari luar yang membawa kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi .
b.      Cirri-ciri masyarakat kota
1.      Kehidupan keagamaan relative longgar dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di masyarakat pedesaan. Hal ini dikarenakan cara berpikir masyarakat kota secara rasional dan didasarkan pada perhitungan eksakta. Cara kehidupan masyarakat kota cenderung kea rah keduniawaan, sedangkan masyarakat desa yang cenderung kearah kehidupan agamis.
2.      Adanya pembagian kerja yang tegas dan jelas, sehingga terdapat kecenderungan membentuk kelompok-kelompok kecil atas dasar pada pekerjaan yang sama, keahlian yang sama ataupun kedudukan yang sama. Hal demikian memungkinkan untuk mendapatkan pekerjaan bagi masyarakat kota akan lebih banyak dibandingkan dengan masyarakat desa.
3.      Masyarakat kota akan lebih menghargai waktu dibandingkan dengan masyarakat desa.
4.      Mobilitas masyarakat perkotaan tinggi maka perubahan-perubahan social tampak lebih nyata daripada masyarakat pedesaan.
5.      Musim dan cuaca kurang berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat  kota, berbeda dengan masyarakat pedesaan yang menggeluti di bidang pertanian
6.      Jarak antara rumah dengan tempat kerja relative jauh.
7.      Mata pencahariaan pada umumnya non-agraris.
8.      Lingkungan pekerjaan tertutup
9.      Penduduk relative padat disbanding dengan penduduk desa
10.  Fasilitas transportasi, kesehatan, pendidikan, rekreasi, dan lain sebagainya lebih baik dibandingkan dengan masyarakat pedesaan
11.  Stratifikasi social sangat heterogen
12.  Lembaga-lembaga social cukup banyak dan kompleks
13.  Sifat masyarakatnya patembayan
14.  Control social berdasarka hukum

c.       Perkembangan masyarakat kota
Secara umum, bahwa perkembangan kota sangatlah dipengaruhi oleh beberapa factor, di antaranya pendidikan, urbanisasi, komunikasi dan informasi
Factor-factor yang pendorong desa untuk terjadinya urbanisasi, di antaranya:
1.      Sempitnya lapangan pekerjaan di pedesaan
2.      Di desa tidak banyak kkesempatan untuk menambah  pengetahuan
3.      Para generasi muda di desa mengkehendaki kebebasan dari kehidupan yang tradisional.
4.      Adanya keinginan untuk mengubah nasib. Sebagai faktor  penarik dari kota, untuk terjadi urbanisasi diantaranya:
a.       Pekerjaan di kota lebih banyak dan lebih bervariasi, dibandingkan pedesaan
b.      Kota menghimpun modal usaha yang lebih besar dan terkonsentrasi
c.       Sarana dan prasarana pendidikan lebih banyak dan lebih mudah didapat
d.      Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan tempat pergaulan hidup beraneka ragam manusia dan kelompok social
D. aspek-aspek perkembangan masyarakat kota
1. aspek social
            Kehidupan masyarakat kota berlandas kan pada adanya kepentingan yang sama nilai kontraktual, dan sangat displin terhadap waktu. Kehidupan masyarakat kota yang semakin berkembang dengan adanya organisasi-organisasi social dan kelompok-kelompok kepentingan. Pembagian kerja semakin jelas atas dasar keahlian seseorang. Stratifikasi social dalam masyarakat kota tidak hanya dinilai dari segi ekonomi saja, tetapi juga dari segi pendidikan. Status symbol menjadi suatu yang dicita-citakan masyarakat, mempengaruhi gaya hidup seseorang. Kepercayaan terhadap hal-hal yang berbau mistik dan supranatural mulai ditingalkan.
2.Aspek ekonomi
            Perubahan dan perkembangan masyarakat kota dalam aspek ekonomi dapat dilihat dengan semakin banyaknya pusat-pusat perbelanjaan , perbankan, dan pusat-pusat bisnis lainnya. Alat transaksi jual beli pun tidak hanya menggunakan uang secara tunai, melainkan menggunakan fasilitas kartu(kartu debet dan kredit), bahkan banyak pula yang menggunakan secar internet.
3.aspek politik
            Kehidupan politik masyarakat kota berjalan lebih dinamis disbanding dengan kehidupan politik masyarakat pedesaan. Masyarakat kota lebih kritis dan lebih berani mengungkapkan ketidak setujuan terhadap kebijaksanaan elit kekuasaan, bahkan kesadaran politik pun bagi anggota masyarakat kota semakin tinggi.
E.pola perkembangan masyarakat kota          
1.sentralisasi
            Suatu gejala untuk mengelompokan kegiatan manusia pada suatu titik utama yang akan menjadi central business district atau nucleus utama. Daerah-daerah ini merupakan pusat keramaian dari kota, baik diwaktu siang hari maupun sore hari. Namun akan sunyi di waktu malam hari,sebab fasilitas-fasilitas yang ada didaerah ini adalah kantor-kantor pemerintahan bank supermarket took serba ada yang besar-besar, danlain sebagainya
2.nukleasi
            Nukleasi keadaanya mirip dengan CBD, akan tetapi lebih kecil ukurannya. Sentralisasi menimbulkan nucleus-nukleus utama diberbagai tempat, sehingga kota tersebut mempunyai beberapa nucleus utama.
3.segregasi
            Kelompok-kelompok perumahan yang terpisah satu sama lainnya. Kelompok-kelompok ini akan membentuk daerah-daerah ekologis social,ekologis cultural, maupun ekologis ekonomis. Segregasitimbul disebabkan oleh:
A.    Perbedaan lingkungan kota maupun perbedaan lingkungan kampungan
B.     Perbedaan kekayaan
C.     Perbedaan fungsi
D.    Perbedaan ras


4.desentralisasi
            Suatu gejala untuk menjauhi titik utama. Dengan desentralisasi ini akan muncul nucleus-nukleus baru. Dari pola pergelompokan dan penyebaran unit-unit tersebut berarti kota akan senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan.
F.fase perkembangan dan kemunduran kota
1.eopolis
            Pengelompokan  penduduk yang merupakan komunitas pedesaan
2.polis
            Pengabungan banyak desa-desa dasar kepentingan bersama pembangian kerja meluas,baik maupun pertanian dan industry kecil
3.metropolis
            Kota induk suatu wilayah, karena tergabung nyadaerah desa sekitar yang menjadi stelit kota kota pusat perdangangan maupun pusat administrasi.
4.megapolis
            Pemusatan kekayaan dan kekuatan produksi serta standarisasi yang dikuasai rezim ekonomi tertentu.
5.tiranpolis
            Tempat paratisme tindakan yang sewenang-wenang,dan pemerasan,sehingga banyak kekayaan dan kemiskinan
6.necropolis
            Merupakan kuburan dan kerangka kosong,sebab kota semakin mati. Akan tetapi realitanya bahwa tidak semuanyakota mesti mengikuti daur seperti itu.


istilah sosiologi


1.Interaksi sosial
Suatu tindakan yang terjadi antara dua objek yang memiliki pengaruh satu sama lain.
2.   Stratifikasi
Sitem pelapisan dalam masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat (hirarkis).
3.   Proses 
Rangkaian suatu tindakan dalam suatu perubahan.
4.  Disintegrasi 
Ketidakharmonisan dalam masyarakat dan penyimpangan sosial dalam suatu system sosial tertentu.
5.  Modernisasi
Suatu bentuk perubahan sosial masyarakat untuk dapat hidup sesuai dengan tuntutan zaman.
6. Diferensiasi sosial
Hal perbedaan seseorang berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin dan pekerjaan.
7.   Integrasi
Mengontrol terhadap konflik.
8.   Mobilitas sosial
Penurunan status dan peran anggotanya.
9.  Interpendensi sosial
Suatu keadaan di mana kita memaksakan pendapat kita untuk mengubah pendapat orang lain agar pola pikir orang tersebut sejalan dengan pendapat kita.
10.        Dinamika sosial
Proses pergerakan atau perubahan segala tindakan manusia yang diraih dengan proses pembelajaran.
11.Askripsi
Cara untuk memperoleh kedudukan melalui keturunan
12.  Asumsi
Alternatif jawaban dari suatu masalah
13.  Audience
Pengunjung atau pendengar suatu ceramah
14. Bilokal
Pengantin baru yang menetap secara bergantian antara tempat kerabat dan kerabat suami
15.  Biologis
Berhubungan dengan keadaan dan sifat makhluk hidup
16.    Kantin budaya
'Budaya kerja' Suatu bentuk yang mencerminkan sikap, nilai dan perilaku yang dikembangkan oleh polisi. Budaya ini terlihat untuk mempromosikan baik seksisme dan rasisme.
17.     Kapitalisme
Sistem ekonomi dilihat oleh Marxis sebagai berpusat pada penindasan kelas pekerja, melalui posisi mereka dieksploitasi untuk menciptakan semua kekayaan, tapi karena mereka tidak memiliki alat produksi, mereka hanya menerima sebagian kecil dari nilai sebagai upah.


18.     Carceral
Proses penguncian orang Facebook, seperti pusat penjara, borstal, penahanan dan rumah sakit jiwa aman.
19.    Perawatan di masyarakat
Istilah yang berasal dari 1980s/1990s Thatcher ketika lembaga-lembaga kesehatan mental ditutup dengan alasan manusiawi melakukan pemberantasan Victoria dan relokasi rumah sakit jiwa yang sakit mental kembali dengan keluarga atau hostel dalam masyarakat. Sinis berpendapat kebijakan itu terutama untuk menghemat uang.
20.  Studi kasus
Studi tentang satu orang atau kejadian dan penarikan kesimpulan dari penelitian yang dapat diterapkan lebih luas.
21.     Asimilisi
Dua kelompok yang berbeda kebudayaan dan saling berhubungan dengan penuh toleransi.
22.      Ketergantungan
Ketergantungan mengacu pada keadaan mengandalkan orang lain untuk kebutuhan anda.. Dalam sosiologi, budaya ketergantungan digunakan untuk merujuk kepada orang-orang yang mengandalkan manfaat untuk hidup bukannya mendapatkan pekerjaan yang dibayar.
23.      Descartes, René (1596-1650)
Matematikawan Perancis, ilmuwan, dan filsuf, dianggap sebagai bapak filsafat modern dan frase yang terkenal 'Cogito ergo sum' ('Saya berpikir, maka saya ada'). Dia mengembangkan sistem dualistis di mana ia membedakan antara pikiran dan materi.
24.     Desensitisasi
Terjadi ketika paparan layar kekerasan membuat anak-anak kurang sensitif terhadap shock dan kengerian kekerasan tersebut.
25.      Deskilling
Jangka khususnya yang berkaitan dengan Harry Braverman neo-Marxis yang berpendapat bahwa tidak hanya kelas pekerja, tetapi profesional seperti guru dan perawat sedang deskilled di tempat kerjaKonsep ini terkait dengan proletarisasi.
26.     Determinisme
Keyakinan bahwa satu hal langsung penyebab lain. Gagasan teoritis bahwa orang terbatas (jika ada) akan bebas dan bahwa hidup mereka dibentuk oleh struktur eksternal untuk mereka dan di luar kendali mereka (lihat Strukturalisme bawah).
27.      Pengembangan
Tingkat industrialisasi, kesejahteraan kesehatan, dan pendidikan suatu bangsa


28.      Penyimpangan
Kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma budaya yang diharapkan dari perilaku. Breaking social rules Melanggar aturan-aturan sosial
29.     Amplifikasi penyimpangan
Jangka awalnya dikembangkan oleh Leslie Wilkens, itu mengacu pada hasil yang tidak diinginkan dari panik moral atau kebijakan sosial dimana media, khususnya, membesar-besarkan masalah sosial di luar proporsi. Konsep ini jelas digambarkan oleh Stan Cohen dengan studi tentang mods dan rocker.
30. Kompromi
 Kerjasama atau negosiasi.
31.  Survei
Teknik penelitian yang melibatkan penelitian dari sejumlah besar orang.
32.    Survei desain
Pembangunan metodologi yang digunakan dalam melakukan survei.
33.    Tingkat ketahanan hidup
 Proporsi orang yang berhasil bertahan sebuah event.
34.   Silogisme
Pendekatan filosofis untuk penalaran berdasarkan penarikan kesimpulan dari dua premis.
35.    Simbol
 Sebuah objek yang memiliki makna budaya. Kita menggunakan simbol seperti lencana, gaya pakaian, gaya rambut, musik majalah,, dll untuk mengekspresikan bagian dari identitas kita yang penting.
36.   Pemusnahan simbolis
Ketika penggambaran dari kelompok-kelompok seperti perempuan begitu negatif mereka menjadi benar-benar dipecat.
37.    Isyarat simbolis
 Perilaku terkenal karena artinya daripada aksinya.
38.    Interaksionisme simbolik
Ini menjelaskan perilaku manusia dengan memahami makna yang berada di balik tindakan.
39.   Simbolisasi
Istilah yang digunakan oleh George Herbert Mead untuk merujuk kepada kemampuan kita untuk membayangkan bagaimana orang lain melihat kita.
40.  Simetris keluarga
 Pada dasarnya ia menyiratkan rasa keseimbangan dalam hal pembagian kerja antara pasangan.
41. Restitutif
Kesalahan yang di lakukan oleh anggota terhadap aturan-aturan kelompok.
42.          Gemeinschalf
Bentuk kehidupan bersama dimana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang bersifat alamiah dan dasar dari hubungan tersebut adalah rasa cinta dan kesatuan batin yang telah dikodratkan.
43.Lembaga kemasyarakatan
Sesuatu bentuk dan sekaligus mengandung pengertian-pengertian yang abstrak perihal norma-norma dan peraturan-peraturan tertentu yang menjadi cirri-ciri dari lembaga kemasyarakatan.
44.        Sejarah local
Sejarah yang terjadi di satu tempat saja
45.         Perubahan
Gejala yang umum terjadi pada masyarakat manusia, tidak ada satu pun masyarakat yang benar-benar statis, cepat atau lambat semua masyarakat akan mengalami perubahan.
46.        Suburban
Tumbuhnya pusat kehidupan di daerah pinggiran kota
47.                        Demonstration effect
Pihak lain hanya menerima pengaruh tanpa mempunyai kesempatan memberikan pengaruh balik.
48.                        Cultural animosity 
Pertemuan dua kebudayaan yang tidak seimbang dan saling menolak.
49.                       Eksogami
Setiap masyarakat  membatasi pilihan dalam perkawinan dengan menuntut agar seseorang memilih jodoh dari luar kelompoknya sendiri.
50.                       Endogamy
Masyarakat yang menuntut agar jodoh dipilih di dalam kelompoknya sendiri.
51.  Kebudayaan ideasional asketik
Mentalitas ini memperlihatkan suatu ikatan tanggung jawab untuk mengurangi sebanyak mungkin kebutuhan materil manusia supaya mudah diserap ke dalam dunia transenden
52.                        Kebudayaan ideasional aktif
Selain untuk mengurangi kebutuhan inderawi, tipe ini berusaha mengubah dunia materil supaya selaras dengan dunia transenden
53. Kebudayaan Inderawi (sensate culture)
Pemikiran pokok bahwa dunia materil yang kita alami dengan indera kita merupakan satu-satunya kenyataan yang ada.
54.                        Kebudayaan inderawi aktif  
Kebudayaan yang mendorong usaha aktif dan giat untuk meningkatkan sebanyak mungkin pemenuhan kebutuhan materil dengan mengubah dunia fisik ini sedemikian, sehingga menghasilkan sumber-sumber kepuasan dan kesenangan manusia.
55.                        Kebudayaan inderawi pasif  
Meliputi hasrat untuk mengalami kesenangan-kesenangan hidup inderawi setinggi-tingginya.
56.         Kerahasiaan
Menjaga rahasia sehingga orang dapat berbicara dengan bebas tentang hal-hal kekhawatiran bahwa mereka, tanpa takut ejekan atau malu.
57.     Konflik
Bersaing untuk kekuasaan dan dominasi antara kelompok-kelompok sosial. Perspektif sosial yang berhubungan dengan Marxisme dan feminisim.
58.     Teori konflik
Teori yang menyatakan masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok orang dalam persaingan untuk sumber daya dan kekuasaan.
59.    Kesesuaian
Sebuah istilah dalam paradigma anomik Robert Merton's menggambarkan warga negara yang taat hukum khas yang terus menerima tujuan dan cara yang ditetapkan oleh masyarakat, 'kegagalan' meskipun adalah hasilnya.
60.   Konsensus :
Sebuah umumnya sepakat posisi atau set nilai. Konsensus adalah konsep kunci yang terkait dengan perspektif fungsionalis.
61.     Teori konspirasi
Gagasan bahwa sebuah minoritas yang kuat bersekongkol untuk mempromosikan saling kepentingan diri mereka atas mayoritas.
62.    Kendala pada media.
Hal-hal yang mengontrol apa media dapat dan tidak dapat melaporkan.
63.    Contestable
Ketika sebuah ide, konsep atau teori ini terbuka untuk kritik dan tantangan.
64.   Pengendalian
Kemampuan untuk mengerahkan kekuasaan atas orang lain.


65.    control theory Teori kontrol
Teori kejahatan yang tidak tertarik pada mengapa orang melanggar aturan masyarakat, tetapi menanyakan apa yang membuat orang sesuai di tempat pertama.
66.   Teori konvergensi,
This suggests that different social classes are becoming more alike in norms, values and culture. Hal ini menunjukkan bahwa kelas-kelas sosial yang berbeda menjadi lebih mirip dalam norma-norma, nilai-nilai dan budaya.
67.    Cooley, Charles (1864-1929)
Salah satu generasi pertama sosiolog Amerika yang mungkin paling terkenal untuk 'mencari kaca-diri' istilahnya istilah yang menunjukkan bagaimana kita membangun sebuah gambaran tentang membentuk identitas kita sendiri reaksi orang lain.
68.    Pendingin keluar
Proses dimana kegagalan pendidikan tidak terhubung dengan faktor struktural yang tidak adil dan tidak sama, tetapi diinternalisasi oleh individu dalam hal ketidakcukupan pribadi atau kegagalan.
69.   Kejahatan korporasi
Tindakan Pidana yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang mengabaikan hukum seperti yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja atau yang melakukan tindakan ilegal lainnya.
70.    Korelasi
Apparent links between two variables, such as female and higher performance in the education system. Jelas hubungan antara dua variabel, seperti kinerja perempuan dan lebih tinggi dalam sistem pendidikan.
71.  Simpati
Perjanjian dengan, atau kesetiaan, ide atau nilai.
72.    Sinergi
Menggunakan satu media oleh pemiliknya untuk mempromosikan media lain yang dimiliki. Sebagai contoh, Rupert Murdoch digunakan The Sun untuk mempromosikan berat Sky TV di awal hari.
73.    Perpaduan
Proses menggabungkan ide-ide untuk membawa pemahaman yang lebih baik atau tingkat yang lebih tinggi pengetahuan.
74.   Sistem
Istilah lain bagi masyarakat atau struktur sosial. Hal ini terutama berhubungan dengan Talcott Parsons.
75.    Analisis Sistem
Dekonstruksi kerja sistem bagaimana sosial.
76.   Contoh sistematis
 Ketika anggota sampel dipilih berdasarkan rumus, seperti setiap nama kelima pada register.
77.    Tabu
 Sesuatu yang suci atau sakral yang ritual dilarang, misalnya insesSesuatu yang dihindari dari percakapan, misalnya kematian.
78. Kembali ke Dasar
Kebijakan pemerintah Mayor John Konservatif (1990-1997) untuk kembali ke nilai-nilai keluarga yang kuat, termasuk dukungan untuk keluarga tradisional.
79. Reaksi
Istilah yang digunakan untuk menggambarkan reaksi (New Kanan) terhadap feminisme tahun 1980-an dan 1990-an.
80.    Kebutuhan dasar kemiskinan
Adaptasi kemiskinan absolut berhubungan dengan khususnya Amartya Sen ini mendefinisikan kemiskinan dalam hal adanya kebutuhan sosial sosial umum.
81.   Butut mitra
Kebanyakan korban kekerasan domestik adalah perempuan, meskipun laki-laki bisa babak belur oleh mitra perempuan atau pasangan pria homoseksual.
82. Beacon sekolah
Sekolah dan perguruan tinggi dianggap pusat keunggulan. Mereka mengangkat sebagai model untuk ditiru dan staf pengajar diharapkan untuk berbagi praktek yang baik dengan tetangga sekolah dan perguruan tinggi.
83. Beanpole keluarga
Sebagai orang memiliki anak lebih sedikit, tetapi pada saat yang sama hidup lebih lama, pohon keluarga menjadi lebih lama dan lebih tipis - kadang memanjang sampai empat generasi.
84.   Bias prasangka
Meletakkan sesuatu sehingga mencerminkan prasangka dan pandangan dan itu bukan citra sejati dunia.
85.    Psikologi evolusioner
Gagasan yang fitur biologis berdampak pada perilaku yang sebagian besar berada di luar kendali individu.
86.   Bio-medis model penyakit
Hal ini menunjukkan bahwa dasar penyakit, termasuk penyakit mental, adalah fisik asal.
87.    birth rate angka kelahiran
Typically expressed as the number of live births per 1000 women of child bearing age. Biasanya dinyatakan sebagai jumlah kelahiran hidup per 1000 wanita usia hamil.
88.    black economy hitam ekonomi
Sometimes known as the 'irregular economy' where work is done in exchange for money but is not officially declared, particularly to the tax authorities. Kadang-kadang dikenal sebagai 'ekonomi yang tidak teratur' di mana pekerjaan dilakukan dengan imbalan uang tetapi tidak secara resmi dinyatakan, terutama untuk otoritas pajak.
89.   black feminism hitam feminisme
Argues any feminism which fails to fully examine and theorize racism is flawed. Berpendapat setiap feminisme yang gagal untuk sepenuhnya memeriksa dan berteori rasisme cacat. To eliminate women's oppression, racism plus capitalism and patriarchy need to be challenged. Untuk menghilangkan penindasan perempuan, rasisme ditambah kapitalisme dan patriarki perlu untuk ditantang.
90.  Hitam matrilineal keluarga
Panjang bagi keluarga Afrika-Karibia umum dipimpin oleh seorang ibu tunggal perempuan.
91.    Buku Hitam
Seri Baru lima Hak terinspirasi makalah yang ditulis pada 1970-an oleh Cox dan Boyson yang mengutuk sifat gagal dari sistem yang komprehensif.
92.   Penghujatan
Kejahatan mengambil nama Allah dengan sia-sia. Hanya berlaku pada Allah Kristen
93.   Blumer, Herbert (1900-1987),
Ia menciptakan 'Interaksionisme simbolis' istilah dan selanjutnya mengembangkan konsep diri melalui pengakuan pentingnya pilihan sebagai orang berpikir melalui kursus alternatif tindakan.
94.  Bossism
Jangka terkait dengan Robert Merton untuk merujuk kepada pemerasan politik. Merton melihat 'mesin politik korup' menyediakan jalan mobilitas sosial, bukan hanya bagi individu, tetapi juga untuk beberapa sub kelompok kekurangan.
95.   Borjuis
Nama Karl Marx berikan kepada kelas dominan yang memiliki alat-alat produksi dalam kapitalisme.
96.  Survei kejahatan belanda
Studi Korban 11.000 warga dilakukan sekarang setiap tahun oleh Departemen Dalam Negeri sebagai indikasi lain jumlah dan kecenderungan dalam tindak pidana untuk membandingkan dengan kejahatan statistik resmi.
97.   Tesis jendela rusak
Teori James Q. Wilson, mirip dengan 'konsep' AH Bottoms tipping 'dimana kontrol sosial informal warga negara yang taat hukum menjaga area terhormat dan sebagian besar kejahatan-bebas. Tetapi jika incivilities menjadi umum maka daerah segera pembusukan ke perilaku anti-sosial dan kejahatan yang lebih serius.
98.   Pendekatan standar anggaran
A 'sederhana tapi cukup anggaran berdasarkan pada kombinasi barang dianggap penting oleh sedikitnya setengah dari penduduk dan penilaian ahli.
99.  Butler, Judith (1956 -),
Seorang feminis post-strukturalis yang menantang asumsi bahwa pengalaman perempuan baik semua sama atau sama tertindas. Mengadopsi posisi anti-esensialis dia menolak 'perempuan' istilah kolektif dan pendukung perayaan pengalaman yang berbeda dan sikap antara perempuan.
100. Canalisation
Pemberian mainan gender-spesifik, buku, permainan untuk anak laki-laki dan perempuan.

101.    Celaan
Tindkan kritik atau tuduhan terhadap suatu pandangan, sikap, dan perilaku yang tidak sejalan pada umumnya
102.  Ciciliation
Usaha untuk mempertemukan pihak yang berselisih

103.   Civilization
Peradaban
104.  Coercion
Akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan
105.  Commonplace
Tindakan yang lazim
106.  Custom
Adat istiadat
107.   Data empiris
Data realita di lapangan
108.   Data Etnografi
Data-data mengenai suku bangsa tertebtu
109.  Data primer
Data yang di peroleh secara langsung oleh peneliti terhadap objek penelitian tanpa melalui perantara
110.    Imajinasi sosiologis
Kemampuan untuk 'berpikir dirimu' dan menerapkan ide-ide sosiologis untuk setiap situasi sosial.
111.      Perspektif sosiologis
Teoritis pendekatan fungsionalisme, Marxisme, interaksionisme Simbolik, dll
112.     Solidaritas
Kesepakatan dan kepentingan bersama dalam suatu kelompok atau masyarakat.
113.     Solidaritas mekanik
 Perjanjian yang kuat pada norma-norma dan nilai-nilai yang berasal dari keseragaman yang lebih besar dan peran yang jelas dalam masyarakat pra-industri sederhana.
114. Solidaritas organic
Perjanjian yang mengikat masyarakat industri yang kompleks bersama-sama dari rasa keterkaitan dan saling ketergantungan antara individu dan komponen.
115.     Spesialisasi
 Ketika orang pribadi atau badan fokus pada kriteria tertentu, seperti Spesialis Sekolah.
116.    Sekolah spesialis
 Sekolah yang mengkhususkan diri dalam mata pelajaran seperti sains, teknologi, bahasa, seni, atau olahraga.
117.     Spesifik
 Memiliki arti yang tepat atau sama persis. 
118.     Spontan Impulsif,
Perilaku yang tidak direncanakan.
119.    Kuadrat dari kejahatan
Model kejahatan yang dikembangkan oleh Lea dan Young untuk memberikan penjelasan yang akurat dan realistis kejahatan yang mencakup pelaku, korban, Negara dan kontrol informal.
120.  Stabilitas
Masa perubahan terbatas atau tidak.
121.     Sstaf hubungan
Pengukuran kualitatif hubungan antara pekerja dan pengusaha.
122.   Tahap perkembangan
Gagasan  materialisme historis yang melihat sejarah manusia sebagai maju melalui tahap-tahap yang berbeda atau 'zaman'.
123.    Standar
Sebuah pengukuran yang diterima dari sesuatu.
124.   Standar dari hidup
Pengukuran bahan kondisi hidup individu, kelompok atau masyarakat.
125.   Standardisasi
Proses meregularisasi hal-hal yang menjadi kriteria tetap.
126.   Membakukan
Ketika segala sesuatu regularized menjadi kriteria tetap.
127.    Statis
 Ketika suatu fenomena sosial tidak mengalami kontraktor.
128.    Statistik
Sepotong data numerik.
129.   Model statistik
Dekonstruksi Sederhana kehidupan nyata dalam rangka untuk menguji hipotesis dan teori.
130.   Tabel statistic
 Representasi data, dikelompokkan dalam baris dan kolom.
131.     Uji statistik
Menggunakan angka untuk menguji sebuah hipotesis atau ide teoritis.
132.    Statistik
Data yang dikumpulkan dalam bentuk angka.
133.    Statistik, deskriptif
Data numerik yang informatif.
134.   Statistik, induktif
Menggunakan statistik untuk menarik kesimpulan. Durkheim menggunakan statistik pada bunuh diri secara induktif untuk memahami perilaku ini dari sudut pandang sosial.
135.    Statistik, sampling
Angka yang mengacu pada ukuran dan karenanya keterwakilan sampel.
136.   Status
Berdiri ini atau menghormati seseorang atau kelompok telah dalam masyarakat.
137.    Status, dicapai
  Ketika berdiri sosial yang diperoleh melalui upaya pribadi, seperti pemeriksaan kinerja, promosi di tempat kerja,        dll.
138.    Status
Ketika berdiri sosial diberikan karena karakteristik di luar kendali individu seperti jenis kelamin, usia 'ras', dll
139.   Status, formal
Ketika berdiri sosial disamakan dengan kriteria obyektif, seperti mencapai 18 tahun, atau memiliki catatan kriminal.
140.  Status informal
Ketika kedudukan sosial berasal dari kriteria subjektif atau tidak konsisten, seperti persahabatan, menjadi pendengar yang baik, dll
141.    Status konsistensi
 Ketika nilai sosial dari seorang individu atau kelompok cukup seragam dan tetap.
142.   perbedaan status
 Ketika nilai sosial dari seorang individu atau kelompok bervariasi menurut penilaian subjektif.
143.   Status frustrasi
Ketika status ditolak melalui cara yang sah, sering dicari melalui perilaku menyimpang. Hal ini terkait dengan Albert Cohen.
144.  Inkonsistensi status
 Ketika nilai sosial dari seorang individu atau kelompok adalah variabel dan tidak tetap.
145.   Status kelompok
 Sebuah badan individu yang memiliki posisi sosial yang diterima dalam masyarakat atau sebagian komponen masyarakat.
146.  Mengatur status
Status sebuah subkelompok.
147.   Tanda kebesaran
Sebuah objek atau kepemilikan yang dipandang sebagai tanda posisi sosial atau kekayaan.
148.Status sistem
Sebuah pemesanan masyarakat, atau bagian komponen, berpusat di sekitar hirarki diterima dan jelas.
149.  Batang keluarga
 Persempit keluarga nuklir, turun dari generasi ke generasi
150.  Stereotip
 Orang-orang mengembangkan citra umum dan sederhana dari anggota kelompok sosial lainnya dan kemudian bersikap seolah-olah gambar-gambar itu benar.
151.  Stigma
 Sesuatu yang menandai keluar seseorang sebagai berbeda dari orang lain dalam masyarakat
152.Efek stimulasi
Teori ini berpendapat bahwa pada layar kekerasan sebenarnya merangsang agresi pada manusia.
153. Rangsangan
 Sesuatu yang membawa jawaban.
154.   Stimulus sosial
Sesuatu yang bertindak sebagai katalis untuk membawa respon dari individu atau menciptakan momentum bagi perubahan sosial.
155.Berhenti dan mencari
Praktek polisi untuk menghentikan dan siapa mencari dicurigai terlibat dalam kejahatan. The Para Realis Waktu, Lea dan Young, disebut praktek ini sebagai 'militer kepolisian'.
156.   Teori Strain
Nama lain untuk 'paradigma anomik' Robert Merton yang menunjukkan kejahatan yang berasal dari strain antara berbagi tujuan masyarakat dan tidak memiliki sarana untuk mencapainya.
157. Stratifikasi
Divisi menjadi lapisan.
158. Startifikasi Ekonomi
Marxis gagasan bahwa masyarakat terbagi dalam hal ekonomi, berdasarkan hubungan dengan alat-alat produksi.
159.   Contoh Stratifikasi
Ketika sampel dirancang untuk memuat persentase lokasi sosial seperti kelas, etnisitas jender, dll
160.  Stratifikasi Sosial
The layering masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial: atas, tengah dan bekerja.
161. Lapisan
 Sebuah tingakatan dalam masyarakat
162.   Stres
Ketika penekanan diberikan kepada fenomena sosial.
163.Teori struktural-konflik
Menyajikan gambar masyarakat yang terdiri dari kelompok yang berbeda dalam konflik satu sama lain dan bersaing untuk kekuasaan. ]
164.  Teori struktural-konsensus
 Menyajikan gambar masyarakat terikat erat melalui sosialisasi ke norma-norma bersama, nilai-nilai dan aturan-aturan budaya. Misalnya fungsionalisme.
165.   Analisis fungsional struktural
Pendekatan perspektif fungsionalis untuk melihat komponen struktural mengintegrasikan komponen masyarakat bersama-sama untuk sukses pemesanan dan kelangsungan hidup masyarakat.
166.  Imperatif struktural
Fungsionalis panjang bagi lembaga-lembaga, seperti keluarga, dilihat sebagai penting untuk kelangsungan hidup sukses masyarakat.
167.Teori structural
 Perspektif yang melihat perilaku individu dibentuk oleh faktor-faktor eksternal yang dampaknya terhadap orang dengan cara yang deterministik.
168.Strukturalisme
Teoritis pendekatan yang melihat individu dibentuk oleh faktor-faktor eksternal untuk mereka, yang berdampak dalam cara mereka memiliki sedikit kontrol atas.
169.  Strukturasi
Sebuah sintesis struktur dan agensi.
170.   Struktur
Faktor eksternal yang berdampak pada individu-individu secara deterministik.. Struktur dapat berupa positif atau negatif.
171.  Struktur Formal
Pengaruh dari luar yang telah ditetapkan aturan dan kebijakan, seperti pemerintah, sistem hukum, dll
172. Struktur Informal
 Pengaruh dari luar yang cairan dan fleksibel dalam dampaknya, seperti kelompok sebaya, subkultur, dll
173. Cabang kebudayaan
 Sekelompok kecil orang yang berbeda dengan norma-norma dan nilai-nilai dari masyarakat umum.
174.Cabang Jenis
Sebuah kelompok komponen dalam kelompok sosial yang lebih luas.
175. Subyektif
 Berdasarkan emosi individu atau interpretasi.
176.Cuffing
Polisi slang untuk merekam tidak jujur kejahatan untuk mengurangi tingkat resmi, juga dikenal sebagai 'praktik Spanyol'.
177.  Kultus
Jarang digunakan sosiologis, kultus adalah gerakan keagamaan baru.
178.  Analisis budidaya
Jangka, khususnya yang berkaitan dengan George Gerbner, untuk menyoroti bagaimana media dapat menghasilkan rasa yang menyimpang dari realitas bahwa beruang tidak ada hubungannya dengan pengalaman aktual mereka pribadi.
179. Modal budaya
Jangka terkait dengan Pierre Bourdieu yang menggambarkan kedua sistem nilai warisan dan praktek konsumsi dari kelas-kelas sosial yang lebih tinggi yang membantu mereka untuk 'naik' terutama melalui sistem pendidikan. Defisit budaya
Beberapa orang mengalami budaya yang tidak memiliki keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk sukses.
180.    Perampasan budaya
Beberapa orang tidak memiliki akses terhadap modal budaya dan tidak mendapatkan pengetahuan sosial yang relevan untuk sukses.
181.   Keragaman budaya
Perbedaan antara budaya.
182. Teori efek budaya
Hal ini menunjukkan bahwa media mempengaruhi kita melalui pengulangan mantap gagasan dan gambar dalam bentuk feed-tetes ide. Hal ini terkait dengan Greg Philo dari Glasgow Media Unit.

183.  Budaya imperialisme
Jangka terkait dengan Jeremy Tunstall untuk menggambarkan bagaimana Barat (biasanya US) organisasi media membuat jenis baru pasca-kerajaan kolonial atas Dunia Ketiga berpusat pada ide-ide.
184. Penetrasi budaya
Pengenaan nilai-nilai budaya Barat dengan asumsi mereka unggul dengan nilai-nilai non-barat.
185.  Relativitas Budaya
Anda rasa benar dan salah bergantung pada nilai-nilai budaya Anda.
186. Pengembangan Budaya
Penguatan konsensus norma, nilai dan sikap, termasuk ideologi hegemonik. Kritikus Marxis melihat media massa sebagai lembaga yang kuat reproduksi budaya.
187.  Transmisi budaya
Cara di mana budaya diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
188.  Transmisi budaya (pidana)
Ketika kejahatan tertentu menjadi norma budaya, misalnya vandalisme di perkotaan. Nilai-nilai menyimpang ditransmisikan di dalam dan di generasi dari waktu ke waktu.
189. Budaya “bergiliran”
Istilah yang diberikan untuk mencerminkan minat baru dalam semua aspek budaya dan identitas pada 1980-an dan 1990-an. Ini harus dilihat sebagai terjadi pada saat perkembangan pemikiran penting lainnya, seperti ide pada modernis, globalisasi masyarakat dan environmentalisme.
190.   Budaya
The web makna dan nilai-nilai yang individu menjalani hidup mereka di dalam Aturan masyarakat Anda
191.  Budaya kemiskinan
Jangka terkait dengan Oscar Lewis yang dari studi di tahun 1950-an dari kota-kota kumuh menyimpulkan bahwa sikap fatalistik telah disosialisasikan ke anak-anak membuat mereka mengadopsi sikap subkultur dari puas. Mereka demikian menjadi mengundurkan diri untuk hidup dalam kemiskinan dan kekurangan setiap motivasi untuk membebaskan diri dari kemiskinan.
192.    Budaya pemberontakan
Jangka terkait dengan Paul Gilroy untuk mencerminkan bagaimana etnis minoritas telah mengembangkan budaya yang melawan penindasan rasial. Gilroy melihat kejahatan sebagai bagian dari sebuah 'perjuangan anti-kolonial' politik bukan tindak pidana.
193.Jam malam
Batas waktu dimana orang tidak lagi memiliki akses ke ruang publik dan harus di rumah mereka.
194.   Kejahatan Gelap
Ini juga dikenal sebagai tokoh tersembunyi kejahatan dan mengacu pada kejahatan yang tidak dilaporkan dan tidak dicatat tentang yang sedikit yang diketahui.
195.    Sisi gelap tindak kriminal
Nama yang diberikan kepada kejahatan yang tidak dilaporkan dan tidak tercatat tak terlihat yang ada tapi tidak diketahui. Hal ini merupakan selisih antara tingkat kejahatan resmi dan tingkat kejahatan riil.
196.   'Sisi gelap' dari keluarga
Istilah yang digunakan untuk menantang pandangan romantis dari keluarga dengan perspektif seperti feminis dan Radikal Psikiater. Mereka menyoroti sejauh mana konflik dan kekerasan dalam keluarga.
197. Angka kematian
Biasanya dinyatakan sebagai jumlah kematian per 1000 wanita usia subur.
198.Penipuan
Ketidakjujuran.
199.   Pengelompokan
Pembagian penduduk ke persepuluh.
200.                   Pengambilan keputusan
Hak untuk menentukan bagaimana orang lain harus bertindak.









 Tugas sosiologi 


di susun 
oleh : 






NAMA                       : Evika anggriani
NO. ABS                   : 40
KELAS                       : Xd


SMA SANTO FRANSISKUS ASISI PONTIANAK
TAHUN 2011-2012