Minggu, 03 Februari 2013

ISTILAH-ISTILAH DALAM SOSIOLOGI



ISTILAH-ISTILAH DALAM SOSIOLOGI
 1.      Kelompok Sosial : Kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis, berhubungan sosial antar anggota, dan tidak ada kesadaran jenis.
2.      Gregrariousness : Kelompok sosial yang dilatarbelakangi naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain.
3.      Prestise : Pengaruh.
4.      In Group : Dalam kelompok.
5.      Out Group : Luar dari kelompok.
6.      Etnosentrisme : Membanggakan budaya dalam dan menjelek-jelekan budaya luar.
7.      Primary Group : Kelompok kecil yang agak langgeng(permanen) dan yang berdasarkan saling mengenal secara pribadi antarsesama.
8.      Secondary Group : Kelompok formal tidak pribadi dan berciri kelembagaan.
9.      Face To Face Relation : Anggotanya suatu kelompok kecil selalu sering mengenal.
10.  Gesellschaft ( Patembayan) : Ikatan lahir yang bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka (imagination) serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin.
11.  Gemeinschaft ( Paguyuban ) : Kehidupan bersama yang setiap anggotanya diikat oleh sehubungan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan kesatuan batin yang memang telah dikodratkan.
12.  Wesenwille : Bentuk kemauan yang dikodratkan yang timbul dari keseluruhan kehidupan alami.
13.  Kurwille : Bentuk kemauan yang dipimpin oleh cara berpikir.
14.  Intimate : Hubungan menyeluruh yang mesra sekali.
15.  Private : Hubungan  bersifat pribadi khusus untuk beberapa  orang saja.
16.  Exclusive : Hubungan yang ditujukan hanyalah untuk kita saja ,tidak untuk orang lain diluar kita.
17.  Public Life : Hubungan yang bersifat untuk semua orang.
18.  Formal Group : Kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antaranggotanya.
19.  Informal Group : Kelompok yang tidak mempunyai struktur dan organisasi biasanya terbentuk karena pertemuan yang berulang kali menjadi dasar bagi bertemunya kepentingan dan pengalaman yang sama.
20.  Clique : Suatu kelompok kecil tanpa struktur formal; Yang sering timbul dalam kelompok besar.
21.  Kelompok Anggota ( Membership Group ) : Kelompok yang setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.
22.  Kelompok Acuan ( Reference Group ) : Kelompok social yang menjadi ukuran bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) membentuk pribadi dan perilakunya
23.  Publik : Kelompok yang bukan merupakan kesatuan.
24.  Kerumunan ( Crowd ) : Suatu kelompok social yang bersifat sementara ( temporer )
25.  Acting Crowd : Kerumunan yang bertindak emosional.
26.  Immoral Crowd : Kerumunan yang bersifat lembaga.
27.  Formal Audiences : Kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan, tetapi sifatnya pasif.
28.  Panic Crowd : Orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari bahaya.
29.  Planned Expressive group : Kerumunan yang pusat perhatiannya tidak begitu penting, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut serta kepuasan.
30.  Inconvenient aggregations : Kerumunan yang bersifat sementara dan kurang menyenangkan karena kehadiran orang lain tidak diharapkan dalam kerumunan tersebut demi tercapainya tujuan, biasanya sekumpulan orang yang sedang mengantri.
31.  Spectator Crowd : Sekumpulan orang yang ingin melihat kejadian tertentu.
32.  Multikulturalisme : Sebuah ideologi yang mengagungkan perbedaan budaya atau sebuah keyakinan yang mengakui dan mendorong terwujudnya pluralisme ( keberagaman ) budaya sebagai suatu corak kehidupan masyarakat.
33.  Civic Education : Pendidikan kemasyarakatan.
34.  Stigma : Suatu klaim yang ditujukan kepada orang lain terbentuk karena sebuah pola piker.
35.  Migrant Superiordination : Pola dominan kelompok pendatang atas kehendak pribumi.
36.  Genosida ( Genocide ) : Pembersihan / penghapusan etnik.
37.  Rasisme : Ideologi yang didasarkan pada keyakinan bahwa  ciri tertentu yang dibawa sejak lahir menandakan bahwa pemilik ciri itu lebih rendah sehingga mereka didiskriminasi.
38.  Seksisme : Ideologi yang beranggapan bahwa hal kecerdasan dan kekuatan fisik laki-laki melebihi perempuan dan perempuan lebih emosional daripada laki-laki.
39.  Dekulturasi : Proses luntur atau hilangya kebudayaan pendatang atas kelompok ras pribumi.
40.  Kolektif : Perilaku sejumlah orang guna mencapai tujuan yang dipicu suatu peristiwa, benda , atau ide.
41.  Paternalisme : Bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi.
42.  Integrasi : Suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan makna penting pada perbedaan ras tersebut.
43.  Pluralisme : Pola hubungan yang mengenal pengakuan persamaan hak politik dan hak perdata semua warga masyarakat, tetapi memberikan arti penting lebih besar pada kemajemukan kelompok ras daripada pola integrasi.
44.  White Supermacy : Ideologi rasis yang menganggap bahwa orang kulit putih lebih unggul daripada orang kulit hitam.
45.  Koersi ( Coercion ) : Tindakan yang mengandung paksaan.
46.  Interaksi Sosial : Suatu hubungan yang terjadi antara individu dengan individu ,individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok yang terjadi dalam suatu masyarakat.
47.  Intergenerasi : Sesuatu yang terjadi pada beberapa generasi dalam saru garis keturunan.
48.  Intragenerasi : Sesuatu yang terjadi pada satu generasi yang sama.
49.  Gencatan senjata : Pencegahan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu.
50.  Ajudikasi : Suatu penyelesaian perkara atau sengketa pengadilan.
51.  Akulturasi : Pembauran atau perpaduan kebudayaan kelompok ras yang bertemu.
52.  Arbitrase : Perselisihan yang langsung dihentikan oleh pihak ketiga yang memutuskan dan diterima serta ditaati oleh kedua pihak.
53.  Diskriminasi : Perlakuan berbeda terhadap orang yang dikelompokkan dalam kategori khusus.
54.  Konsiliasi : Usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih bagi tercapainya suatu persetujuan bersama.
55.  Kompromi : Kedua atau semua pihak yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah, dengan mengurai tuntutan tertentu.
56.  Konflik : Suatu proses sosial yang dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
57.  Kontravensi : Suatu bentuk proses social yang ditandai oleh gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau keraguan terhadap kepribadian seseorang.
58.  Mobilitas : Gerak perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
59.  Masyarakat Majemuk: Suatu masyarakat yang didalamnya terdapat kelompok yang berbeda bercampur, tetapi tidak berbaur.
60.  Mobilisasi Geografik: Adanya kondisi yang susah yang mendorong orang melakukan urbanisasi, yaitu pindah ke daerah lain yang lebih menguntungkan secara ekonomi.
61.  Mobilitas Sosial : Perpindahan social, gerak social atau gerakan social yang dapat berbentuk fisik dan nonfisik.
62.  Stalemate : Suatu keadaan pihak yang bertentangan memiliki kekuatan setimbang, namun terhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya karena kedua belah pihak sudah tidak mungkin lagi maju atau mundur.
63.  Subjugation : Orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk menaatinya.
64.  Stratifikasi Sosial : Pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan, hak-hak istimewa, dan prestise.
65.  Struktur Sosial : Hubungan timbale balik antara posisi dan peranan.
66.  Solidaritas : Adanya sifat atau rasa senasib dan sebagainya ; perasaan setia kawan.
67.  Mediasi : Penghentian pertikaian oleh pihak ketiga dengan diberikan keputusan yang mengikat.
68.  Diferensiasi Sosial : Pembedaan penduduk atau warga masyarakat ke dalam golongan-golongan atau kelompok secara horizontal ( tidak bertingkat ).
69.  Stratifikasi Sosial : Pembedaan penduduk atau warga secara bertingkat ( vertikal )
70.  Integrasi : Mengontrol terhadap konflik.
71.  Interpendensi sosial : suatu keadaan di mana kita memaksakan pendapat kita untuk mengubah pendapat orang lain agar pola piker orang tersebut sejalan dengan pendapat kita.
72.  Dinamika sosial : proses pergerakan atau perubahan segala tindakan manusia yang diraih dengan proses pembelajaran.
73.  interaksi sosial : Suatu tindakan yang terjadi antara dua objek yang memiliki pengaruh satu sama lain.
74.  Stratifikasi : Sitem pelapisan dalam masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat (hirarkis).
75.  Proses : Rangkaian suatu tindakan dalam suatu perubahan.
76.  Disintegrasi : ketidakharmonisan dalam masyarakat dan penyimpangan sosial dalam suatu system sosial tertentu.
77.  Modernisasi : Suatu bentuk perubahan sosial masyarakat untuk dapat hidup sesuai dengantuntutan zaman.
78.  Intimidasi : Cara unjtuk mengancam seseorang.
79.  Kompetisi : Persaingan hidup dimasyarakat social.
80.  Imitasi : Proses belajar dengan mengikuti atau meniru sikap dan perbuatan orang lain.
81.  Revolusi : Perubahan sosial yang berlangsung cepat di masyarakat.
82.  Empati : Kemampuan menempatkat diri pada kerangka berpikir orang lain.
83.  Simpati : Kecendrungan untuk merasa diri seolah-olah berada dalam keadaan orang lain.
84.  Status : Kedudukan seseorang dalam masyarakat.
85.  Preventif : Mencegah sesuatu sebelum terjadi.
86.  Regresif : berurutan mundur.
87.  Koalisi : Persekutuan dalam berkerjasama yang memeiliki kepentingan sendiri-sendiri.
88.  Patrilineal : garis keturunan yang ditarik dari garik ayah.
89.  Matrilineal : garis keturunan yang ditarik dari garis ibu.
90.  Discovery : Proses yang baru.
91.  Destruktif : Memusnahkan atau mengahancurkan.
92.  Panguyuban : Suatu perkumpulan yang didirikan orang-orang yang sepaham untuk membina kerukunan diantara anggotanya.
93.  Keluarga : Suatu kelompok kecil yang terdiri dari ayah dan ibu serta anak-anak.
94.  Masyarakat : Kumpulan individu yang berinteraksi dalam wilayah tertentu dalam kurun waktu tertentu sehingga menciptakan suatu system.
95.  Adat : Pranata yang terdapat dalam masyarakat.
96.  Budaya : Exspresi jiwa yang terwujud dalam cara-cara hidup dan berfikir.
97.  Norma : Aturan-aturan yang ditetapkan di masyarakat.
98.  Etika : Nilai kesopanan / moral.
99.  Ras : Rumpun bangsa.
100.          Perubahan Soial : Perubahan yang berkaitan dengan struktur sosial dan fungsi sosial.
101.          Perbedaan : selisih satu dengan yang lain.
102.          Kerja sama : Mel;akukan sesuatu secara bergotong royang atau bersama-sama agar suatu masalah cepat selesai.
103.          Ilmu pengetahuan : Pengetahuan yang disusun secara sistematis berdasarkan akal pikiran dan bersifat objektif.
104.          Asimilisi : dua kelompok yang berbeda kebudayaan dan saling berhubungan dengan penuh toleransi.
105.          Sugesti : Pemberian pandangan atau anjuran tertentu dengan maksud untuk ditiru orang lain tanpa piker panjang.
106.          Individu : Orang atau pribadi.
107.          Assosiatif : Bersifat asoniasi yaitu persatuan atau pembentukan hubungan.
108.          Akomodasi : Usaha manusia untuk mereddakan pertikaian.
109.          Westernisasi : Perubahan budaya, sosial, ekonomi atau kehidupan masyarakat yang akhirnya condong kegaya hidup barat.
110.          Zoon Politicon : Kumpulan individu-individu yang menempati daerah tertentu membentuk kesatuan masyarakat ; Himpunan masyarakat yang menempati daerah atau wilayah yang lebih luas membentuk sebuah negara. Sebagai makhluk politik, eksistensi manusia tidak terpisahkan dengan konsepsi negara.
111.               Gregoriusness : makhluk gregoriusness manusia sebagai makhluk komunikasi bentuk-bentuk hubungan antar manusia sasaran memahami pengertian dan peranan sistem informasi akuntansi.
112.               Sistem sosial adalah: sejumlah kegiatan atau sejumlah orang yang mempunyai hubungan timbal balik relatif konstan, hubungan sejumlah orang dan kegiatannya itu berlangsung terus menerus.
113.          Status  social adalah:  sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya.(menurut Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
114.          Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
115.          Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.
116.          Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.
117.          Posisi social/social position : posisi individu dalam suatu masyarakat tertentu dan budaya. Sebuah posisi tertentu (misalnya, pendudukan imam) mungkin milik banyak orang. Posisi sosial mempengaruhi status sosial. Satu dapat memiliki beberapa posisi sosial, tetapi hanya satu status sosial
118.          Role distance/ peran jarak adalah deskripsi numerik dari seberapa jauh jarak objek. Dalam fisika atau diskusi sehari-hari, jarak dapat merujuk kepada panjang fisik, atau estimasi berdasarkan kriteria lain
119.          Lingkaran social/social circle : Manchester utama acara perusahaan untuk single bothmanchester dan pasangan. Seperti merangkak pub, malam anggur, atau dalam makan, kita memiliki kalender penuh menyenangkan dan hal-hal yang aktif untuk melakukan di Manchester.
120.          Cultural lag : suatu keadaan ketika terjadi unsur-unsur kebudayaan yang tidak berkembang secara bersamaan. Ketika salah satu unsur berkembang dengan cepat dan salah satu mengalami ketertinggalan.
121.          Asimilasi : pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok
122.          Anarkisme : ajaran yang menentang setiap kekuatan.
Anomali adalah ketidak normalan,penyimpangan dari normal.
123.          Anomi : perilaku tanpa arah dan apatis.
124.          Antitesis : pertikaian yang memuncak.
125.          Antropologi : ilmu yang mempelajari tentang manusia. Anarkis adalah tidak ada pemerintahan.
126.          Applied science : ilmu terapan atau cara menggunakan ilmu pengetahuan ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah praktis.
127.          Arbitrasi : cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga.
128.          Cara (usage) adalah norma yang paling lemah daya pengikatnya karena orang yang melanggar hanya mendapat sanksi dari masyarakat berupa cemoohan atau ejekan.
129.          Chaos adalah Ketidakamanan yang terjadi karena gangguan keamanan.
130.          Civilization adalah peradaban suatu masyarakat.
131.          Conformity (konformitas)/inovasi adalah cara adaptasi dimana seseorang mengikuti cara dan tujuan yang telah ditetapkan oleh masyarakat.
132.          Corporate crime (kejahatan korporat) adalah jenis kejahatan yang dilakuakan atas nama organisasi dengan tujuan menaikan keuntungan atau menekan kerugian.
133.          Crime without victim (kejahatan tanpa korban) adalah kejahatan yang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana.
134.          Delinkuensi adalah tingkah laku yang menyalahi secara ringan norma dan hukum yang berlaku di suatu masyarakat.
135.          Demonstrasi adalah pernyataan proses yang dikemukakan secara massal,unjuk rasa. Dan merupakan sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau menentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak.
136.          Deviance adalah kecendrungan menyimpang dari suatu norma atau tidak patuh pada suatu norma tertentu.
137.          Difusi adalah pengaruh migrasi dan pengalihan pranata budata melewati batas-batas bahasa,khususnya inovasi.
138.          Difusi kebudayaan adalah Penyebaran atau perembesan sesuatu(kebudayaan, teknologi, ide) dari suatu pihak ke pihak lainnya.
139.          Eliminasi adalah pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena mengalah.
140.          Fakta sosial adalah pola-pola atau sistem yang mempengaruhi cara manusia bertindak, berpikir dan merasa.
141.          Fanatisme adalah sebuah keadaan di mana seseorang atau kelompok yang menganut sebuah paham, baik politik, agama, kebudayaan atau apapun saja dengan cara berlebihan (membabi buta) sehingga berakibat kurang baik, bahkan cenderung menimbulkan perseteruan dan konflik serius.
142.          Ilmu murni dalam sosiologi merupakan pencarian pengetahuan.
143.          Ilmu terapan dalam sosiologi merupakan pencarian cara-cara untuk menggunakan pengetahuan ilmiah guna memecahkan masalah praktis.
144.          Interaksionisme simbolik adalah interaksi antara pribadi-pribadi yang didasarkan pada penafsiran terhadap perilaku masing-masing.
145.          Jarak intim adalah pada jarak ini terjadi keterlibatan intensif pancaindra seseorang terhadap orang lain. Jarak ini sejauh 0-45cm.
146.          Jarak pribadi adalah jarak sejauh 45cm-1,22m.
147.          Jarak publik adalah jarak lebih jauh dari 3.66m.
148.          Jarak sosial adalah pada jarak ini orang yang berinteraksi dapat berbicara wajar tanpa saling bersentuhan, jarak ini sejauh 1,22m-4,66m.
149.          Kasta adalah Status sosial yang ditentukan oleh keturunan.
150.          Keajegan adalah kondisi keteratutan yang tetap dan tidak berubah sebagai hasil dari hubungan antara tindakan, nilai ,dan norma sosial yang berlangsung secara terus-menerus.
151.          Kebiasaan (folkways) adalah suatu aturan dengan kekuatan mengikat lebih kuat dari pada usage karena kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang sehingga menjadi bukti bahwa orang yang melakukannya menyukai dan menyadari perbuatannya. Kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya, dilakukan secara tidak sadar, tanpa proses berpikir.
152.          Keputusan mayoritas adalah keputusan yang diambil berdasarkan pilihan terbanyak dalam voting.
153.          Khayalan sosiologis adalah khayalan yang digunakan untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat, maupun yang ada dalam diri manusia.
154.          Komunikan adalah orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, atau perasaan oleh pihak lain.
155.          Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari suatu pihak kepada orang lain sehingga terjadi pengertian yang sama.
156.          Komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan, pikiran, atau perasaan kepada pihak lain.
157.          Konflik status adalah konflik batin yang dialami seseorang sebagai akibat adanya berberapa status yang dimilikinya yang saling bertentangan.
158.          Kontak sosial negatif adalah interaksi sosial yang mengarah pada pertentangan atau konflik.
159.          Kontak sosial positif adalah interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama.
160.          Kontak sosial primer adalah interaksi sosial dengan cara bertatap muka langsung.
161.          Kontak sosial sekunder adalah kontak sosial melalui suatu media perantara.
162.          Masalah sosial adalah sesuatu ketidaksesuaiaan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.
163.          Metode kualitatif adalah metode penelitian yang berupa deskripsi hasil penelitian berdasarkan penilaian dari data yang diperoleh.
164.          Metode kuantitatif adalah metode penelitian dengan analisis data yang berupa angka atau gejala yang diukur melalui uji statistik.
165.          Miority consent adalah golongan minoritas yang tidak merasa dikalahkan tetapi dapat melakukan kegiatan bersama.
166.          Nasionalisme adalah Paham untuk mencintai bangsa dan negara sendiri kesepakatan antara pihak satu dengan pihak yang lain.
167.          Nasionalisme etnis adalah Nasionalisme dimana Negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal sebuah masyarakat.
168.          Nepotisme adalah suatu pandangan yang memperlakukan kepentingan keluarga dan kerabat lebih tinggi dari kepentingan umum.
169.          Nilai adalah konsepsi (pemikiran) abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
170.          Nilai dominan adalah nilai yang dianggap penting dari nilai lainnya.
171.          Nilai kerohaniaan adalah segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia.
172.          Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia, yang berwujud, mudah dilihat dan diraba, serta mudah berubah.
173.          Nilai non formal adalah nilai yang biasanya tidak tertulis dan jumlahnya lebih banyak dari pada nilai formal.
174.          Nilai vital segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan dan aktifitas.
175.          Nilai yang mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi
176.          Non konformis adalah perilaku menyimpang, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.
177.          Norma agama adalah norma yang berdasarkan ajaran atau kaidah suatu agama.
178.          Norma formal adalah norma yang bersumber dari lembaga masyarakat yang formal atau resmi.
179.          Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (nagara).
180.          Norma kebiasaan adalah norma yang merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan.
181.          Norma kesopanan adalah norma yang berpangkal dari aturan atau tingkah laku yang berlaku di masyarakat.
182.          Norma kesusilaan adalah norma yang didasarkan pada hati nurani atau akhlak manusia.
183.          Order adalah sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dipatuhi oleh setiap anggota masyarakat.
184.          Organisasi adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
185.          Netral adalah Sikap tidak membela pihan manapun.
186.          Organized crime adalah kejahatan yang dilakukan oleh komplotan secara berkesinambungan dan dengan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum.
187.          Pengendalian formal adalah cara pengendalian sosial yang dilakuakn oleh lembaga-lembaga resmi yang memiliki peraturan yang resmi.
188.          Pengendalian informal adalah cara pengendalian sosial yang dilakukan kelompok kecil, akrab, tidak resmi, dan tidak memiliki aturan resmi.
189.          Penyimpangan primer adalah perbuaatan menyimpang yang dilakukan seseorang namun sang pelaku masih dapat diterim secara sosial.
190.          Penyimpangan sekunder adalah perbuatan yang dilakuakn seseorang yang secara umum dikenal sebagai perbuatan atau perilaku menyimpang.
191.          Peranan sosial adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain atau masyarakat dalam melaksanakan hal atau kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.
192.          Perilaku penyimpangan negatif adalah penyimpangan dimana pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah oleh masyarakat, berakibat buruk, serta mengganggu sistem sosial.
193.          Perilaku penyimpangan positif adalah perilaku menyimpang yang menimbulkan dampak positif pada masyarakat. Perilaku masyarakat dapat menjadi positif karena perkembangan jaman.
194.          Personal troubles of milieu adalah pemasalahan individu dan merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi.
195.          Persuasif adalah penggunaan berbagai argumentasi, baik yang benar ataupun salah yang bertujuan agar pihak lain mengikuti berbagai teori, kepercayaan atau kegiatan tertentu.
196.          Proses asosiatif adalah proses menuju terbentuknya perstuan atau integrasi sosial.
197.          Proses disosiatif adalah proses tidak adanya kerja sama.
198.          Proxemics adalah konsep sosial yang ditemukan oleh Edward, tentang aturan ruang dalam interaksi sosial.
199.          Public issues of social struckture adalah hal permasalahan yang ada di luar jangkaun kehidupan pribadi individu.
200.          Rebellion adalah cara adaptasi dimana seseorang tidak lagi mengakui struktur sosial yang ada dan menciptakan struktur sosial yang baru.
201.          Retreatism adalah cara adaptasi dimana perilaku seseorng tidak mengikuti tujuan dan cara yang dikehendaki.
202.          Ritualism adalah cara adaptasi dimana perilaku seseorang telah meninggalkan tujuan budaya,tetapi tetap berpegang pada cra yang ditetapkan masyarakat
203.          Segregasi adalah masing-masing pihak memisahkan diri atau saling menghindar dalam rangka mengurangi ketegangan.
204.          Social Worker adalah Pekerja sosial yang mau menerima tugas sosial apapun;2 orang yang melakukan pekerjaan sosial.
205.          Sosialisasi adalah sebuah proses penamaan atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari generasi satu ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.
206.          Sosialisasi partisipatoris adalah pola dimana anak diberi imbalan ketika berperilaku baik.
207.          Sosialisasi primer adalah sosiliasi pada tahap-tahap awal kehidupan seseorang sebagai manusia.
208.          Sosialisasi represif adalah menekankan pada pengguna hukuman terhadap kesalahan.
209.          Sosialisasi sekunder adalah proses sosialisasi setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam lingkungan di luar keluarganya.
210.          Sosialisasi otoriter adalah sosialisasi yang berlangsung di antara pihak-pihak yang status/kedudukannya berbeda.
211.          Perasaan adalah keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai positif/negative.
212.          Naluri adalah perasaan dalam diri individu yang bukan ditimbulkan oleh pengaruh pengetahuannya, melainkan sudah terkandung dalam organisme/gennya.
213.          Warisan biologis adalah factor keturunan yang berpengaruh terhadap nilai kompulsif, kemudahan dalam pergaulan, pengendalian diri, dorongan, hati, sikap, minat.
214.          Sosialisasi equaliter adalah sosialisasi yang berlangsung di antara orang-orang yang kedudukan atau statusnya relative sama.
215.          Penyimpangan seksual adalah bentuk aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual secara tidak wajar.
216.          Cemoohan adalah pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara mencemooh/mengejek orang/sekelompok orang yang melakukan tindakan menyimpang.
217.          Teguran adalah suatu bentuk tindakan pengendalian sosial dengan cara memberikan teguran/peringatan.
218.          Gosip/desas-desus adalah kabar berita/kabar burung yang belum tentu kebenarannya.
219.          Ostrasisme adalah cara pengendalian social dengan cara mengucilkan orang yang melakukan penyimpangan social.
220.          Fraundulens adalah pengendalian social dengan cara melakukan bantuan kepada pihak lain yang dianggap mampu mengatasi masalah.
221.          Intimidasi adalah bentuk pengendalian social dengan cara melakukan penekanan, pemaksaan, mengancam, dan menakut-nakuti.
222.          Social Behaviour adalah tindakan sosial yang menilai orang dari tingkah laku seseorang.
223.          Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial termasuk perubahan dan masalah sosial.
224.          Sosiometri adalah studi secara kuantitatif terhadap hubungan-hubungan interpersonal.
225.          Stalemate adalah saat dimana pihak-pihak yang bertikai mempunyai kekuatan yang seimbang hingga pada akhirnya pertikaian tersebut berhenti pada titik tertentu.
226.          Stratifikasi adalah Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) - pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).
227.          Subjugation/domination adalah pihak yang mempunyai kekuatan besar untuk meminta pihak lain menaatinya.
228.          Tata kelakuan (mores) adalah aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan alat pengawas atau kontrol, secara sadar dan tidak sadar oleh masyarakat kepada anggota-anggotanya.
229.          Tertib sosial adalah kondisi kehidupan masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur dimana setiap individu bertindak sesuai hak dan kewajibannya.
230.          Tindak sosial adalah tindakan manusia yang mempertimbangkan perilaku orang lain.
231.          Violence adalah tidak menaruh belas kasihan; bengis; zalim ketika berkuasa, sangat kikir.
232.          White collar crime (kejahatan kerah putih) adalah tipe kejahatan yang dilakuakn oleh orang yang terpandang atau orang berstatus tunggi dalam rangka pekerjaannya.
233.          Sifat duniawi (profan) adalah hasil dari kewajiban terhadap peran social. Resmi, kaku dan tidak dapat di tawar.
234.          Sifat keramat(sakral) adalah berhubungan dengan masalah pribadi ketika menjadi individu yang sebenarnya, maka pada saat itulah ia bersantai, terbuka apa adanya terhadap orang di sekitarnya dan terlepas dari peran sosialnya.
235.          Determinastik (menentukan) adalah perubahan unsur ditentukan oleh unsur lain karena saling berkaitan.
236.          Sosiolog adalah orang  yang ahli dalam bidang sosiologi.
237.          Enkulturasi adalah membiasakan tindakan dan perilaku sesuai dengan nilai dan norma yang telah menjadi miliknya.
238.          Significant other adalah pihak yang terlibat.
239.          Keluarga adalah satuan social yang berdasarkan pada hubungan darah (genealogis).
240.          Keluarga inti adalah keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
241.          Keluarga luas adalah keluarga yang terdiri dari lebih dari satu keluarga inti yang mempunyai hubungan darah baik secara hirarkhi maupun horizontal.
242.          Kepribadian adalah organisasi dari factor biologis, sosiologis, dan psikologis yang mendasari perilaku individu.
243.          Hubungan sosial adalah hubungan antar-manusia dalam masyarakat.
244.          Sosiologi statik adalah sosiologi yang berbicara tentang anatomo sosial/masyarakat.
245.          Studi cross sectional adalah suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam jangka waktu tertentu.
246.          Studi longitudinal adalah suatu studi yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan/serangkaian pengamatan sebelum dan sesudah.
247.          Status adalah posisi/kedudukan seseorang dalam masyarakat.
248.          Perubahan social adalah suatu ketidaksesuaian di antara unsur social yang saling berbeda, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya dalam masyarakat.
249.          Kebudayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia baik berupa benda material ataupun immaterial.
250.          Peran adalah hak dan kewajiban serta wewnang yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dari status.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar