Selasa, 19 Februari 2013

Imlek



Mengenal Lebih Dekat Tradisi Imlek


Apa itu Imlek?
Sin Cia atau Tahun Baru Imlek 2563 sebentar lagi tiba. Imlek tak ubahnya seperti tahun baru masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat islam. Imlek adalah Tahun Baru Cina. Pada umumnya, yang banyak merayakan Imlek adalah warga Tiongha. Namun bagi umat lain yang beraliran sama juga bisa merayakan Hari Raya Imlek. Tahun ini Imlek jatuh pada tanggal 23 Januari 2012 atau Tahun 2563 bagi orang Cina.
Kata Imlek (Im=bulan, Lek=penanggalan) berasal dari dialek Hokkian atau Bahasa Mandarin-nya Yin Li yang berarti kalender bulan (Lunar Newyear). Menurut sejarahnya, konon Sin Cia merupakan sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di China yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru.
Perayaan ini juga berkaitan erat dengan pesta menyambut musim semi. Perayaan imlek dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama atau yang lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh. Perayaan Imlek meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta/Thian (Thian=Tuhan dalam Bahasa Mandarin), dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari sembahyang Imlek adalah sebagai bentuk pengucapan syukur, doa dan harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai media silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.
Imlek adalah tradisi pergantian tahun. Sehingga yang merayakan Imlek ini seluruh etnis Tionghoa apapun agamanya, bahkan menurut Sidharta, Ketua Walubi, masyarakat Tionghoa Muslim juga merayakan Imlek.
Asal-usul Imlek berasal dari Tiongkok. Hari Raya Imlek merupakan istilah umum, kalau dalam bahasa Cina disebut dengan Chung Ciea yang berarti Hari Raya Musim Semi. Hari Raya ini jatuh pada bulan Februari dan bila di negeri Tiongkok, Korea dan Jepang ditandai dengan sudah mulainya musim semi.
Dulunya, Negeri Tiongkok dikenal sebagai negara agraris. Setelah musim dingin berlalu, masyarakat mulai bercocok tanam dan panen. Tibanya masa panen bersamaan waktunya dengan musim semi, cuaca cerah, bunga-bunga mekar dan berkembang. Lalu musim panen ini dirayakan oleh masyarakat. Kegembiraan itu tergambar jelas dari sikap masyarakat yang saling mengucapkan Gong Xi Fa Cai, kepada keluarga, kerabat, teman dan handai taulan. Gong Xi Fa Cai artinya ucapan selamat dan semoga banyak rezeki.
Adat ini kemudian di bawa oleh masyarakat Tionghoa ke manapun dia merantau, termasuk ke Indonesia. Dulunya, pada masa Bung Karno, perayaan ini boleh dirayakan tapi ketika masa Orde Baru, perayaan Imlek dibatasi. Presiden Soeharto mengeluarkan SK yang isinya mengizinkan, namun dirayakan di tempat tertutup. Setelah reformasi bergulir, pemerintah memberikan kelonggaran, terutama pada masa pemerintahan Gus Dur. Hari Raya Imlek menjadi hari fakultatif dan nantinya ada kemungkinan Imlek dijadikan salah satu hari besar nasional.
Sekarang tergantung pemerintah. Kalau pemerintah menganggap Imlek adalah bagian dari adat istiadat, tidak perlu dilarang, kata Herry Bastian, Ketua Penasehat Forum Kesatuan Masyarakat Riau. Contohnya bahasa Mandarin, dulu pemerintah juga melarang, tapi sekarang malahan menganjurkan untuk mempelajari dengan mendirikan sekolah-sekolah bahasa Asia seperti Mandarin dan Jepang.
Menurut Herry, semakin banyak menguasai bahasa bangsa lain, pengetahuan semakin luas. Dan semakin tahu apa kelebihan dan kebaikan dari bangsa lain. Saya sering katakan Bung Karno dulunya bersekolah di Sekolah Belanda, tapi dia bisa memimpin rakyat Indonesia melawan Belanda.
KH Bachtiar Daud mengatakan Imlek bukan peringatan suatu agama yang ada di Indonesia, tapi, suatu hari raya pada umat Konghucu, yang pada umumnya mereka adalah orang-orang Cina.
Shio Naga Air
Setiap Shio membawa sifatnya masing-masing. Seperti orang ber-shio Naga, mereka diyakini mempunyai banyak rezeki. Sesusah-susahnya, mereka tetap hidup senang. Tahun ini menurut adalah tahun Naga Air. Selain Shio Naga Air, ada 11 jenis binatang lagi sesuai dengan hitungan bulan di kalender.
Shio Naga Air melambangkan kekuatan, kebaikan, keberanian, pendirian teguh. Naga juga merupakan lambang kewaspadaan dan keamanan dari semua makhluk mitologi China, dan makhluk yang tertinggi menjadi raja semua hewan di alam semesta. Sehingga dimitoskan Naga merupakan mahluk sakral dalam agama Konghucu, atau sebagai simbol binatang yang paling kuat. Untuk itulah naga selalu ada pada setiap tiang vihara, terutama pada tiang tempat sembahyang Dewa Langit.
 Barongsai
Tarian Barongsai sering ditampilkan dalam perayaan hari-hari besar Tionghoa, salah satunya perayaan Imlek. Menurut bahasa Cina, Sai artinya Singa dan dianggap sebagai Raja binatang. Ceritanya dulu di Negeri Tiongkok, di setiap rumah pejabat tinggi ada dua patung Singa. Di samping untuk menjaga keselamatan, patung Singa dinilai membawa kemegahan, sekaligus juga membawa kebahagian dan rezeki. Dan entah apa sebabnya, Barongsai kemudian menjadi tarian pada setiap keramaian yang sifatnya agung.
Berikut ini adalah sejumlah tradisi yang dilakukan menjelang dan selama Imlek serta berbagai makna yang tersembunyi dibaliknya:
1.      Menyapu rumah
Sehari sebelum Imlek Anda perlu menyapu rumah sebagai simbol membuang semua kesialan sehingga tersedia cukup ruang untuk keberuntungan. Setelah itu, jauhkan semua peralatan seperti sapu dan sikat dari jangkauan. Jangan menyapu rumah di hari pertama tahun baru karena hal itu dipercaya akan ikut menyapu semua keberuntungan.
2.      Serba merah
Warna merah diasosiasikan dengan Tahun Baru China karena dipercayai sebagai warna yang ditakuti nian. Dalam mitologi Tionghoa, nian adalah sejenis mahluk buas yang hidup di dasar laut atau di gunung. Sekali pada saat musim semi atau sekitar tahun baru Imlek, mahluk itu keluar untuk mengganggu manusia terutama anak-anak. Jika Anda memiliki pakaian merah, busana tersebut sangat baik dikenakan pada saat Imlek. Hindari pakaian bewarna putih karena melambangkan kematian.
3.      Mengisi angpao

Orang yang lebih tua biasanya memberikan angpao berisi uang kepada anak-anak kecil. Anda tidak perlu memberikan uang dalam jumlah besar, namun uang yang diberikan harus berupa lembaran baru. Hindari memberikan uang logam sebagai isi angpao.
4.      Nampan kebersamaan

Pada saat Imlek biasanya disajikan makanan di atas sebuah nampan berbentuk bulat atau segi delapan, yang disebut sebagai nampan kebersamaan. Isi nampan tersebut yakni permen, kacang-kacangan, biji-bijian, atau buah-buahan kering.
5.      Makanan keberuntungan

Jangan lupa menyajikan makanan keberuntungan seperti mie yang tidak dipotong yang mewakili umur panjang. Siapkan pula kue bola yang menyerupai bentuk uang China zaman dulu yang mewakili kekayaan.
6.      Kembang api

Kembang api merupakan salah satu pertunjukan yang sangat populer untuk memeriahkan Imlek, karena suara gaduhnya dipercaya membuat mahluk jahat ketakutan. Akan tetapi, ketika merayakannya di rumah pastikan tetangga tidak merasa terganggu dengan suara berisik yang Anda ciptakan.
Imlek pun sangat identik dengan hujan, bagi masyarakat kita hujan malah membuat malas beraktifitas namun berbeda untuk masyarakat Tionghoa dikala Imlek, hujan sepanjang  perayaan imlek pun dikaitkan sebagai sumber rezeki, dengan turunnya hujan maka banyak rezeki yang berdatangan di muka bumi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar